Tim Caleg Lapor Bawaslu Sumenep Karena APK Dirusak

oleh -

SUMENEP – Salah satu calon legislatif (Caleg) dari daerah pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Guluk-guluk, Ganding, dan Pragaan, Sumenep, Jawa Timur, melaporkan dua orang oknum yang melakukan pengrusakan terhadap alat peraga kampanye (APK) miliknya ke Bawaslu setempat.

“Ada pengrusakan terhadap APK Caleg kami, dari Partai Hanura. Jadi secara resmi kami melaporkan ke Bawaslu,” kata Faisal, saat melakukan pelaporan ke Bawaslu Sumenep, Selasa (15/1/2019).

Faisal menyebut, dari beberapa APK yang telah disebarkan dan terpasang, ada dua APK yang dirusak oleh oknum yang belakangan diketahui berinisial A dan H yang merupakan warga Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan.

Sementara lokasi APK yang dirusak itu, terletak di RT 01 RW 02 dan RT 03 RW 02 di Dusun Rembang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan. Kedua APK itu dirusak dengan cara dilubangi kepala Bacaleg. Sehingga menyebabkan tim dari Caleg tersebut berang.

“Jadi kami melaporkan dua orang. Dan dua orang ini (terlapor) bukan tim kami, melainkan tim dari calon lain,” terangnya.

Untuk memenuhi semua alat termasuk barang bukti, Faisal mendatangkan tiga orang saksi untuk memperkuat pelaporan. “Kami berharap, Bawaslu Sumenep profesional dalam memproses pelaporan ini,” harapnya.

Terkonfirmasi, Komisioner Bawaslu Sumenep, Imam Syafii membenarkan terkait adanya laporan pengrusakan terhadap APK salah satu Caleg di Dapil III.

Imam mengaku, hasil dari koordinasi dengan Bawaslu Provinsi Jawa Timur, pengrusakan APK tersebut harus ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang ada.

“Hasil rapat koordinasi, pelaporan tersebut sudah memenuhi syarat materiil dan formil, maka harus ditindaklanjuti ke Gakumdu,” terangnya.

Apabila terbukti melakukan tindak pidana Pemilu, lanjut Imam, maka pelaku dijerat dengan Pasal 521 junto Pasal 28 ayat 1 huruf (H) tentang Perusakan APK dengan ancaman 2 tahun penjara dan denda Rp. 24 juta.

Hanya saja, Imam mengaku masih akan merapatkan kembali hasil dari pemeriksaan tiga saksi yang sudah dihadirkan. “Hasilnya masih kami kaji di Gakumdu,” tandasnya. @VIN