Tiga Kali Warga Desa Kepatihan Berkirim Surat ke Kejari Sidoarjo Tak Pernah Digubris

oleh -

SIDOARJO– Perwakilan warga Desa Kepatihan Kec. Tulangan kembali mendatangi Kejaksaan Negri Sidoarjo (Kejari) perihal mengirim surat. Meski sudah dua kali berkirim surat dan tidak pernah ditanggapi oleh Kejari Sidoarjo perihal mempertanyakan soal kasus yang pernah dilaporkan pada tanggal 28 maret tahun lalu, perwakilan warga kepatihan ini dengan sabar terus mengawal kasus tersebut. Kamis, (10/1/2019).

Isi surat yang ke-tiga tetap sama yaitu meminta kejelasan perkembangan kasus dugaan pungli terkait proses pengurusan sertifikat masal program PTSL di Desanya.

Dengan didampingi Satuwi sahabat karibnya, Sutaji sampai di kantor Kejari Sidoarjo dengan membawa surat yang ditujukan kepada Kajari Sidoarjo.

“Kami sadar bahwa saya hanya segelintir warga desa, namun kwalitas dan isi pelaporan yang saya perjuangkan. Kami faham tugas yang ditangani Kejari sangat banyak, tapi tidak ada alasan pula kasus ini didiamkan apalagi di anak tirikan,” katanya saat di wawancarai oleh wartawan kabarjatim.com.

Sutaji menambahkan, kalau surat tersebut masih saja tidak di tanggapi oleh Kejari Sidoarjo, pihaknya akan mendatangi Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur.

“Bila mana masih saja tidak ada tanggapan dari Kejari Sidoarjo, maka pihaknya akan mendatangi Kejati untuk memohon petunjuk dan langkah-langkah selanjutnta agar kasus ini jelas arahnya,” jelasnya dengan nada meninggi.

Lebih lanjut, Sutaji menjelaskan untuk kali ini, kami berharap Kejari memberikan jawaban walaupun itu hanya sepata dua pata kata biar warga desa Kepatihan tau persis perkembangan kasus yang ia laporkan.

“Kami memohon dengan sangat balasan surat dari kajari sidoarjo, sebagai warga kan tidak salah saya meminta jawaban, karena surat sudah saya kirim, bahkan ini yang ke-tiga kalinya,” pungkasnya

Sementara itu, pihak Kajari Sidoarjo ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp (WA) baik Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo Adi Harsanto maupun Kasi Intel Idham Kholid, keduanya kompak tidak memberi jawaban meskipun WA nya kelihatan online.

Perlu diketahui, pada 27 Maret lalu, perwakilan Desa Kepatihan mendatangi Kejari untuk melaporkan dugaan pungli di Desanya. Mereka menanyakan terkait tarikan uang 500 ribu untuk pembuatan akte tanah yang dilakukan oleh panitia PTSL desa Kepatihan kepada 536 berkas warga yang kepemilikan tanahnya di atas tahun 1997. Akan tetapi akte tersebut tidak didapatkan warga sampai sekarang meskipun saat ini sertifikat tanah sudah dipegang oleh warga. @VIN