Terungkap, Sejumlah Artis Tawarkan Diri ke Muncikari untuk “Dijual”

oleh -

SURABAYA – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap modus perekrutan artis dalam jaringan prostitusi online. Salah satunya, ada beberapa artis menawarkan diri ke muncikari TN dan ES untuk “dijual” ke pria hidung belang.

“Modusnya, ada artis atau model yang menawarkan diri ke muncikari. Ada juga yang mendapatkan tawaran dari muncikari. Tapi yang jelas, ada beberapa artis yang memang menawarkan langsung ke muncikari,” kata Direskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, di Mapolda Jatim, di Surabaya, Jumat (12/1/2019).

Sementara kasus prostitusi online yang melibatkan VA dan AS, lanjut Yusep, mereka mendapat tawaran dari muncikari. Artinya, muncikari telah menyiapkan data-data apabila ada permintaan dari pemesan pria hidung belang. “Munculnya VA ini bukan permintaan penyewa, tapi si muncikari menawarkan kepada VA,” ujarnya.

Polda Jatim berhasil mengungkap kasus prostitusi online. Hasil pengembangan, ada 45 artis yang diduga terlibat, termasuk artis VA dan model AS.

Saat ini, dari bukti yang ada pihak Polda Jatim telah mengidentifikasi lima artis terduga kuat terlibat prostitusi di bawah kendali TN dan ES. Kelima artis itu berinisial AC, TP, BS yang dikendalikan muncikari TN. Sementara dua artis lagi berinisial ML dan RF di bawah kendali germo ES.

“Sudah lima oknum artis yang dapat kami kuatkan dan didukung data digital. Baik dalam bentuk komunikasi aktif antara pihak penyedia jasa layanan prostitusi, atau muncikari maupun pemberi jasa layanan seksual,” katanya.

Pada kasus pelacuran yang mereka ungkap tersebut, polisi menyita tujuh ponsel milik dua germo. Salah satu ponsel digunakan untuk sarana komunikasi personal maupun dalam dugaan sebagai alat untuk komunikasi dugaan prostitusi daring.

“Dari data-data tersebut kita bisa menyimpulkan prostitusi online yang dilakukan dua muncikari ini sudah patut sempurna terjadi kami bisa menerapkan pasal-pasal,” katanya.

Selain tujuh ponsel, Polda Jatim turut mengamankan kartu kredit, ATM, sprei, pakaian dalam, dan alat kontrasepsi dalam penggerebekan praktik prostitusi daring yang melibatkan artis dari ibu kota di Surabaya pada Sabtu 5 Januari 2019.

Editor: Ahmad Saefullah