Terperdaya Para Cukong, Warga Sumenep Banyak Jadi TKI Ilegal

oleh -

SUMENEP – Adanya tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, rupanya sebagian karena tergiur upah tinggi. Meski penuh resiko mencari nafkah ke negeri orang, para TKI ilegal tersebut tetap nekat karena terdesak kebutuhan.

Dan mereka pun, hanya bisa pasrah dideportasi ketika tertangkap pihak keamanan di daerah tujuan bekerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumenep, Mohamad Fadillah mengatakan, banyak warga Sumenep tertipu dan terpengaruh pada cukong-cukong tekong.

Oknum tak bertanggungjawab itu memanfaatkan kondisi ekonomi calon korban dengan penghasilan tinggi. Alih-alih penghasilan tinggi, nasib mereka terkadang terkatung-katung di negeri orang.

“Hasil dari beberapa orang yang dideportasi tahun 2018, rata-rata memang karena terpengaruh bujukan tekong dengan gaji tinggi. Lalu mereka mau, akhirnya berangkat dengan ilegal,” katanya.

Menurut Fadillah, para TKI ilegal itu rata-rata diselundupkan tekong ke Malaysia dan Arab Saudi. Sementara asal muasal TKI ini kebanyakan dari daerah kepulauan dan sebagian dari wilayah barat Kabupaten Sumenep.

“Kebanyakan dari mereka menjadi buruh bangunan, termasuk di Malaysia,” terangnya.

Namun Fadillah bersyukur, sebab sejak awal 2019 ini belum ada TKI ilegal yang dideportasi dari luar negeri. Dia berharap, di tahun ini tidak ada lagi warga Sumenep yang dideportasi gara-gara tidak lengkapnya dokumen sebagai TKI.

“Sosialisasi dan penyadaran masyarakat akan bahaya TKI ilegal juga akan kami tingkatkan. Hal ini kami lakukan guna mencegah adanya TKI ilegal dari Sumenep,” tandasnya.

Editor : Nurul Arifin