Terkait Penetapan Tersangka Tokoh NU, Ribuan Masyarakat Geruduk PN Dan Polres Blitar Kota

oleh -

BLITAR – Ribuan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Nahdliyyin Kabupaten Blitar meggeruduk dan menggelar aksi damai di dua tempat. Keduanya di depan Pengadilan Negeri Blitar dan di depan Polres Blitar Kota.

Aksi ini mereka gelar, sebagai dukungan moril terhadap dua tokoh NU yang berstatus tersangka dalam dugaan penganiayaan. Berbuntutnya kasus pengambil alihan aset NU di Wilayah Wonodadi Kabupaten Blitar tahun 2014 silam. Dalam proses itu, ada upaya pengancaman dan pengamanan terhadap seorang  bernama NK (Nur Kholiq). 

Kesaksian beberapa warga NU, NK mengancam dengan membawa sebilah keris. Karena merasa terancam, beberapa jamaah mengamankan NK. Namun NK justru melaporkan aksi pengamanan ini sebagai penganiayaan. Dua warga yang dilaporkan tersebut berinisial HIA dan MN.

Dalam proses hukum yang berjalan, penyidik Satrekrim Polresta Blitar menetapkan keduanya sebagai tersangka. Sedangkan, laporan balik warga NU terkait ancaman NK sambil membawa keris tidak diterima. Alasan polisi, keris bukan senjata tajam. Namun hanya berupa benda pusaka. 

“Menurut kami ini upaya kriminalisasi. Nama yang dinyatakan sebagai tersangka itu tidak ada di lokasi. Serta alasan polisi  yang menyatakan keris bukan senjata tajam itu alasan yang tidak  masuk akal,” kata Koordinator aksi Abdul Kholiq pada kabarjatim.com Kamis (12/09/2019).

Hari ini adalah sidang pertama atas dua tersangka HIA dan MN. Massa mempertanyakan bisa berlangsungnya sidang. Padahal upaya mediasi telah dilakukan baik terlapor maupun pelapor di hadapan muspika dan penyidik Polresta Blitar. 

” Saat itu sudah clear. Sekitar tahun 2018. Kedua belah pihak mencabut laporannya. Lha ini kok tahu-tahu kedua tokoh NU menjalani sidang perdana,” ujarnya. 

Maka dari itu massa menuntut, tindak pidana yang dilakukan NK dan sudah dilaporkan berkali-kali untuk ditindak lanjuti Polres Blitar Kota.

Menanggapi aksi ini, perwakilan diterima Waka Polres Blitar kota, didampingi Kasat Intel dan penyidik Satrekrim Polresta Blitar. Dalam pertemuan itu, pihak kepolisian berjanji akan memproses hukum laporan tindak pidana NK. 

“Senin nanti kami minta terlapor mencabut laporan yang dulu sudah dicabut. Artinya, laporan tindak pidana akan dilanjutkan kembali proses hukumnya,” jawab Kasat Intel Polresta Blitar Iptu Sonhaji dikonfirmasi kabarjatim.com .