Tembakau Luar Daerah Boleh Dijual Sumenep?

oleh -

SUMENEP – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, nyatanya belum memiliki payung hukum tegas soal adanya tembakau luar daerah masuk ke Sumenep.

Saat ini, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) justru akan melegalkan tembakau luar daerah itu dijual di Sumenep.

Kepala Bidang Perkebunan, Dispertahortbun Sumenep, Abdul Hamid memprediksi, meskipun dibolehkan tembakau luar masuk Sumenep, namun potensinya kecil. Karena produksi tembakau Tahun 2019 melebihi target permintaan perwakilan pihak perusahaan.

Selain itu, dia mengaku belum ada sanksi secara tegas yang mengatur soal perdagangan tembakau lintas daerah tersebut. Karena saat ini telah masuk era globalisasi atau perdagangan bebas, tak terkecuali tembakau jawa yang berpotensi Sumenep.

“Tidak ada (sanksi). Tidak ada yang mengatur, kan itu perdagangan bebas, apalagi cuma sama-sama Jawa Timur,” terangnya.

Produksi tembakau rajangan di Kabupaten Sumenep tahun ini diperkirakan mencapai 8.600 ton. Itu dilihat dari luas area tanaman tembakau tahun ini mencapai 14.337 hektar, atau setara 67 persen dari ploting area tembakau Tahun 2019 sebanyak 21.893 hektar.

Sementara target pembelian dua perusahaan di Sumenep hanya sekitar 5.200 ton tembakau rajangan. Dengan begitu terdapat sekitar 3.400 ton tembakau rajangan milik petani diluar kuota pembelian perwakilan perusahaan rokok di Sumenep.

Termasuk perusahaan di luar Madura melarang tembakau Madura masuk ke daerah lain,” tandasnya.

Pengamat petani tembakau Sumenep, Sahrul Gunawan meminta walaupun nanti penjualan tembakau luar daerah akan dilegalkan, bukan berarti pemerintah angkat tangan terhadap hasil pertanian masyarakat setempat.

“Mau tidak mau pemerintah harus tegas dan tetap mengutamakan hasil petani Sumenep. Walaupun aturan legal untuk luar daerah tetap berlaku,” tandasnya melalui sambungan telpon.