Telur Bantuan BPNT Pecah dan Busuk Akibat Keteledoran Supplier

oleh -

JOMBANG – Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Muhammad Sholeh mengatakan kejadian adanya telur yang tidak layak dikonsumsi di beberapa agen penyalur bantuan BPNT merupakan kesalahan dari supplier karena tidak teliti sebelum mendistribusikan barang tersebut ke agen.

“Berdasarkan pengakuan mereka (supplier) saat mengambil telur dari peternak tanpa disortir dulu sebelum didistribusikan, sehingga terjadi seperti ini,” ujarnya saat ditemui kantornya, Kamis 22 November 2018.

Ia menjelaskan sudah memberikan teguran kepada supplier telur program BPNT yakni PT Pertani yang beralamatkan di Mojokerto. “Mereka juga membenahi proses distribusi, mulai dari perubahan kemasan agar tidak terjadi Kondisi serupa,” imbuhnya.

Selain itu pihaknya juga akan mengevaluasi proses pendistribusian BPNT kepada para agen dengan melibatkan para supplier.

Sebelumnya, Progam Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Jombang Jawa Timur, dikeluhkan oleh Agen penyalur Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pasalnya salah satu item bantuan yakni telur yang diterima oleh para agen banyak yang pecah dan sebagian mengeluarkan bau busuk.

Dari data yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi di Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Di Desa Sidokerto terdapat 551 warga yang mendapatkan progam bantuan tersebut, dan terbagi dalam dua agen yang terletak di Dusun Brajang dan Dusun Ngemplak.

Sisa Saldo BPNT Tidak Akan Hangus

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Muhammad Sholeh mengatakan bahwa sisa saldo BPR tidak akan hangus dan dapat dipergunakan pada bulan berikutnya. Saat ini mereka menerima 7 Kg Beras senilai Rp. 66.150 dan 1 Kg telur senilai Rp. 22.000,- dengan total keseluruhan Rp. 88.150,-. Sisa bantuan yakni Rp. 21.850,-. “Sisa saldo ini tidak akan hangus dan dapat kembali digunakan pada bulan berikutnya,” imbuhnya.

Para agen sebenarnya dapat memaksimalkan nilai bantuan kepada para penerima bantuan, misalnya dengan telur tidak harus 1 kilo tapi juga dapat lebih dari itu. “Ada kesepakatan dari para agen dengan penerima bantuan untuk tidak memberikan secara keseluruhan dan dikonversi dengan harga yang ada,” ulasnya.

Di Kabupaten Jombang ada 100.561 penerima Progam Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Masing – masing keluarga menerima bantuan sebesar Rp110 ribu setiap bulannya, dikonversi dengan kebutuhan pokok, senilai uang tersebut.