Tak Percaya ke DPR, Aliansi Mahasiswa Sumenep Deklarasi Golput di Pilkada

oleh -

SUMENEP: Ribuan massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Sumenep menduduki Kantor DPRD setempat. Para mahasiswa ini berdemonstrasi lantaran tidak terima dengan disahkannya Undang-Undang Omnibuslaw Cipta Kerja.

Para mahasiswa ini menilai jika UU Cipta Kerja justru menyengsarakan buruh dan rakyat. Sehingga mereka merasa terpanggil untuk turun jalan. Mereka mendatangi kantor wakil rakyat itu guna menyatukan persepsi, bahwa Kabupaten Sumenep menolak pengesahan UU Cipta Kerja.

“Jadi ada beberapa pasal yang bertentangan dengan buruh dan masyarakat, termasuk juga akan berpengaruh terhadap masyarakat Sumenep. Pasal tersebut adalah pasal-pasal yang bertengan dengan investasi dan potensi merusak lingkungan,” kata orator aksi Abdul Mahmud.

Karena tidak kunjung ditemui petinggi DPRD setempat, para mahasiswa ini kemudian melaksanakan deklarasi di depan gedung wakil rakyat untuk golput dalam Pilkada Sumenep.

“Soal golput itu terjadi secara spontan dan disepakti ditengah massa aksi. Tidak tau kenapa kemudian teman-teman spontan mendeklarasikan itu. Mungkin karena kekecewaan teman-teman karena tidak ditemui. Dan ini diluar kendali dan diluar rancangan kita,” jelasnya.

Aksi deklarasi golput tersebut dilakukan untuk partai yang ikut menandatangani pengesahan UU Cipta Kerja. Apabila partai-partai yang mengesahkan tersebut menjadi pendukung pasangan calon di Pilbup Sumenep, maka para mahasiswa ini akan golput.

“Deklarasi golput ini kalau dilihat dari semangat teman-teman bisa saja terjadi. Dengan jumlah massa yang besar,” tegasnya.

Berikut ini cuplikan deklarasi yang diucapkan Aliansi Mahasiswa Sumenep di Depan Gedung DPRD Sumenep:

Bismillahirrohmanirrohim
Asy-hadu allaa ilaaha illallaahu wa asy-hadu anna muhammadar rosuulullah.
Kami Aliansi Mahasiswa Sumenep menyatakan sikap bahwa akan terus menolak UU Cipta Kerja.
Kami Aliansi Mahasiswa Sumenep menyatakan musi tidak percaya kepada anggota DPRD dan Partai Politik yang menyetujui UU Cipta Kerja.
Kami Aliansi Mahasiswa Sumenep menyatakan akan golput di Pilkada yang diikuti oleh calon yang diusung oleh parpol yang mendukung pengesahan UU Cipta Kerja.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir mengapresiasi langkah-langkah demokrasi yang dilakukan para mahasiswa. Kata dia semua poin-poin yang disampaikan oleh para mahasiswa itu akan ditampung untuk kemudian disampaikan ke DPR Pusat.

“Yang jelas kami akan menyampaikan, bahwa di Kabupaten Sumenep juga ada unjuk rasa mahasiswa menolak UU Cipta Kerja. Kami sebagai wakil rakyat mengapresiasi langkah-langkah para mahasiswa ini,” jelasnya.

Disinggung soal mahasiswa yang mendeklarasikan untuk golput, dia menegaskan sebagai warga negara yang baik harus saling menghargai. Apalagi Indonesia menganut sistem demokrasi.

“Namun sebagai warga negara yang baik pula, sebisa mungkin harus memilih, karena dengan memilih ini yang akan menentukan masa depan Kabupaten Sumenep,” tandasnya. NOE