Tak Pake Masker, 64 Orang di Jombang Terjaring Razia dan Sidang ditempat

oleh -

JOMBANG: Sebanyak 64 orang terjaring dalam razia yang dilakukan oleh petugas gabungan di Kabupaten Jombang, Jawa timur Karena kedapatan tidak memakai masker saat beraktifitas di luar rumah. Para pelangar tersebut langsung menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di tempat.

Pantauan dilokasi, Razia yang dilaksanakan di Depan Pos Polisi 904 Jombang tersebut, melibatkan Petugas Gabungan dari Satpol PP Kabupaten Jombang, Polres Jombang serta panitera sidang dari Pengadilan Negeri Kabupaten Jombang. Satu persatu pelanggar menjalani sidang ditempat dengan Sanksi denda antara Rp 20 Ribu Hingga Rp 50 Ribu.

“Kita bekerja sama dengan pengadilan satpol PP hari telah melaksanakan kegiatan pendisiplinan bagi masyarakat yang tidak mengikuti protokol kesehatan yaitu payung hukumnya, Perda Provinsi Jatim Nomor 2 tahun 2020 yang sudah berlaku saat ini,”Ujar Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho saat memimpin langsung pelaksanaan Razia. Senin, 14 September 2020.

Agung menambahkan, Dalam pelaksanaan razia selain dengan sidang ditempat juga akan dilaksanakan secara hunting system ditempat keramaian yang ada di Kabupaten Jombang.”Kami berharap dengan adanya Razia ini bisa membuat efek jera bagi masyarakat khususnya yang berada di Kabupaten Jombang serta sebagai disiplin kesehatan,”Imbunya.

Razia Masker Oleh Petugas Gabungan

Terkait sanksi yang diberlakukan, Agung menyebutkan berdasarkan perda denda maksimal yang seharusnya diberlakukan adalah Rp. 500 ribu, Namun dengan kearifan lokal di Kabupaten jombang besaran dendanya yakni, Rp 20 ribu Hingga Rp 50 Ribu.”Bagi Mereka Yang tidak dapat membayar sanksi sidang ditempat dapat mengikuti sidang dipengadilan, untuk KTPnya yang diamankan,”Tandasnya.

Masih menurut Agung, Pihaknya berpesan agar warga masyarakat di Kabupoaten Jombang semakin disipiln dalam penerapan protokol kesehatan, sehingga dapat menekan angka penyebaran covid-19 di Kabupaten Jombang. “Dengan Disiplin dengan protokol kesehatan dapat mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19,”Pungkasnya. NOE