Tahun Baru Islam, Tiga Pusaka Dikirab Menuju Alun-Alun Ponorogo

oleh -

PONOROGO – Tiga pusaka khas Ponorogo, yaitu sabuk cinde puspito, payung songsong tunggul wulung dan tombak tunggul nogo yang konon dipakai untuk berperang melawan penjajah dikirab menuju alun-alun, Senin (10/9/2018).

Ketiga pusaka itu dibawa dari makam Batoro Katong yang terletak di Desa Setono, Kecamatan Jenangan atau lebih dikenal dengan sebutan kota lama menuju alun-alun Ponorogo. Batoro Katong sendiri merupakan pemimpin Ponorogo yang pertama.

Puluhan ribu warga Ponorogo tampak memadati sepanjang sisi jalan yang dilintasi kirab pusaka sejauh sekitar 5 KM. Mereka sangat antusias melihat kirab pusaka berlangsung meski terik matahari sangat menyengat.

Satu peleton bregada (prajurit) kerajaan, yang dipimpin seorang senopati mengarak tiga pusaka tersebut. Kemudian dibelakangnya diikuti Bupati Ponorogo beserta istri, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Kajari, Ketua Pengadilan dan Sekretaris Daerah.

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni menyatakan, pemkab selalu menggelar kirab pusaka dalam menyambut tahun baru islam. Sebelumnya tiga pusaka yang dikirab ini dibawa dari pringgitan (rumah dinas bupati) tadi malam untuk dijamas atau dimandikan.

“Tadi malam bedol pusaka, sekarang kirab pusaka setelah dijamas. Ketiga pusaka yang dikirab meliputi sabuk cinde puspito, payung songsong tunggul wulung dan tombak tunggul nogo,” ujarnya.