Tahanan Kabur dari Rutan Sumenep belum Tertangkap

oleh -

SUMENEP: Petugas Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Sumenep, Jawa Timur, hingga saat ini masih mengejar Matrawi (37), tahanan yang kabur dari Rutan Sumenep pada September 2019 lalu. Saat ini, petugas mengaku keberadaan Matrawi seringkali berpindah-pindah, bisa disebut licin saat hendak akan dilakukan penangkapan oleh petugas dari kepolisian dan petugas gabungan.

Matrawi berhasil melepas rantai pengikat kedua kakinya, serta merusak borgol di tangannya dengan cara yang tidak bisa dijangkau oleh kemampuan manusia pada umumnya. Bahkan, pihak Rutan sendiri mengaku kesulitan mengakses keberadaan Matrawi yang kabur sejak beberapa bulan yang lalu itu.

Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Rutan Sumenep, Teguh mengaku saat ini keberadaan Matrawi telah kabur cukup jauh dari Madura. Hingga saat ini, keberadaannya sudah tidak bisa terdeteksi lagi. “Terakhir itu kami sempat mengakses keberadaannya di Bali tetapi karena memang terbilang gesit sudah tidak tahu sekarang ada di mana. Jadi sudah hampir genap enam bulan dia kabur,” katanya.

Teguh menjelaskan, kehebatan Matrawi juga terlihat dari alat yang digunakan saat proses melarikan diri dari Rutan yang terbilang unik, yakni besi pengikat tangan dan kaki serasa mudah dilepas begitu saja, dilanjutkan dengan mencongkel dinding menggunakan sendok makan. Termasuk kehati-hatian Matrawi, kata Teguh, yang tidak menampakkan wujud aslinya ketika tampil ke publik atau tempat-tempat umum, sehingga kerap kali aksi tersebut mengecoh petugas kepolisian saat akan melakukan aksi penangkapan.

“Dia nyamar, pakai topeng wajah itu, juga terkadang memakai topong seperti masker wajah, sehingga polisi sulit mengenalinya, dan bahkan takut salah tangkap,” jelasnya.

Saat ini kata dia, petugas terkendala biaya operasional yang digunakan untuk proses pencarian yang terbilang minim. Sebab selain tidak ada anggaran, menurutnya Teguh, ketika diawal proses pencarian itu sering menggunakan jatah gaji petugas kepolisian.

Meski begitu, diakui Teguh, proses pencarian tetap berlanjut. “Perjanjiannya kalau tidak menyerahkan diri, maka akan ditembak mati nanti, terlebih ketika melawan,” tandasnya.

Diketahui, Matrawi ditemukan kabur dari Rutan Sumenep pada September 2019 lalu. Matrawi kabur dari Rutan Klas IIB itu ditemani oleh Baidi. Namun Baidi telah diamankan petugas pada akhir tahun 2019 silam.(Noe)