Soal Unicorn, Warning Prabowo Sangat Relevan

oleh -
Debat Capres season II
Debat Capres season II

JAKARTA-Debat kedua Calon Presiden salah satu topik yang dibahas adalah perkembangan bisnis digital rintisan (Start Up) di Indonesia yang sudah menjadi unicorn. Dalam debat tersebut, Capres Nomer urut 2 Prabowo Subianto memberikan warning perlunya kewaspadaan soal mengalirnya kekayaan ke luar negeri.

Secara substansi dalam isu unicorn, Prabowo justru berpikir dua-tiga langkah di depan Jokowi akan pentingnya kewaspadaan mengalirnya kekayaan nasional ke luar negeri. “Sepintas pernyataan ini terkesan pesimis di tengah booming internet, padahal sebenarnya itu adalah kekhawatiran yang wajar,” ujar Zaenal A Budiyono, Direktur Eksekutif Developing Countries Studies Center (DCSC), Senin (18/2/2019).

Pasalnya di era digitalisasi sekarang ini, hubungan antara aktivitas ekonomi kreatif dan ownership sering kali tidak linear. Banyak studi yang menjelaskan bagaimana startup mainstream di suatu negara tidak serta-merta menyumbang keuntungan maksimal bagi negara tersebut.

“Bahkan hampir semua unicorn Indonesia juga dikuasai asing,” ujar dosen Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Imbasnya, dalam strategi dan pengembangan pasar, tidak lagi menjadi hak mutlak pengembang, melainkan justru dikendalikan investor. Inilah paradoks hukum pasar yang masih eksis hingga hari ini. Namun sikap waspada terhadap raksasa ekonomi luar berbeda dengan xenophobia. Xenophobia sikap anti-asing yang lebih disebabkan sentimen anti perbedaan dan cenderung bersifat irasional.

“Sementara waspada, justru tidak anti yang irasional, melainkan menyiapkan diri jangan sampai menjadi “korban” para raksasa kapitalisme yang rakus. Di situ poinnya,” tegas Zaenal.

Zaenal menganalisis tentang pertanyaan unicorn yang dilontarkan Jokowi. Menurutnya, Jokowi kembali mengulang pilihan diksi “unik” seperti unicorn untuk mengulangi kisah 2014, saat ia “menembak” Prabowo dengan TPID. Kala itu Prabowo tidak tahu apa itu TPID, karena memang istilah ini tidak populer di media. Untungnya kali ini Prabowo memilih berhati-hati dengan pertanyaan Jokowi. Ia balik bertanya apakah unicorn yang dimaksud adalah terkait online (startup).

“Artinya ia tahu mengenai unicorn, namun tidak mau terjebak seperti 2014, sehingga mengkonfirmasi ke Jokowi,” ujar dia.

Editor : Nurul Arifin