Soal Korupsi di Tulungagung, Fattah Jasin Akui Pernah Diperiksa KPK

oleh -

SUMENEP: Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Madura, Fattah Jasin mengakui jika dirinya pernah diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Pemeriksaan yang dilakukan hanya sebatas saksi.

“Kalau sebagai saksi iya. Iya lah. Semua warga Indonesia kan harus hadir kalau dimintai keterangan sebagai saksi. Warga negara, siapapun,”Ujarnya. Kamis, 13 Agustus 2020.

Ia semula mengelak dari pertanyaan wartawan terkait dugaan kasus korupsi barang dan jasa di Tulungagung tersebut. “Kok barang dan jasa. Saya tidak pernah ngurus barang dan jasa di Tulungagung. Kira-kira berhubungan gak?,” kilahnya.

Fattah Jasin yang juga bakal calon bupati Sumenep itu mengaku tidak pernah mengelola barang dan jasa tersebut. Bahkan dia bilang aneh dengan korupsi barang dan jasa tersebut. Anehnya apabila pejabat sekelas provinsi mau mengelola pengadaan barang dan jasa di kabupaten.

“Barang dan jasa itu yang mengelola ya pelaksana kegiatan. Wong provinsi tidak mengelola. Uangnya ada disana kok. Bantuan dari provinsi ke kabupaten. Uangnya disana. Apa saya tanggungjawab barang dan jasa di Tulungagung,” dalihnya.

Untuk diketahui, rumah dan kantor Fattah Jasin digeledah KPK pada 2019 lalu. Kemudian sejumlah aktifis Sumenep Progres berdemo di kantor KPK atas dugaan keterlibatan korupsi pengadaan barang dan jasa tahun 2019 di Tulungagung, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Atas kasus korupsi tersebut mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dan Ketua DPRD Supriyono ditetapkan sebagai tersangka. NOE