Soal Dugaan Pemukulan Mahasiswa, Kapolres Sumenep Minta Maaf

oleh -

SUMENEP – Bentrok antar mahasiswa dan aparat kepolisian akhirnya berujung damai. Bentrok tersebut terjadi lantaran salah satu peserta aksi dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sumenep, diduga dipukul oleh oknum aparat.

Namun, konflik tersebut cepat teratasi setelah Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin secara kelembagaan meminta maaf kepada puluhan aktifis tersebut.

“Secara kelembagaan, secara organisasi, kalau ada di antara oknum berbuat tidak sesuai SOP, atas nama lembaga saya menyatakan minta maaf,” katanya.

Sebelumnya, salah seorang oknum aparat diduga memukul kader PMII saat menggelar demonstrasi di depan Mapolres. Para kader PMII itu meminta agar pelaku penembakan Immawan Randy, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, itu segera ditangkap.

Namun, karena lama menunggu para aktifis pun geram. Hingga mereka terjadi saling dorong dengan pihak kepolisian.

Tidak sampai disitu, para aktifis mengaku dipukul oleh aparat kepolisian. Para aktifis ini, juga sempat menyebutkan nama oknum tersebut.

Muslimin megatakan, dalam hal pengamanan di lapangan pihaknya sudah sering menyampaikan kepada seluruh anggotanya untuk tidak terlalu over. Sehingga jika ada pihak merasa dirugikan, dia menyarankan untuk menempuh secara hukum.

“Tapi kalau bisa dilakukan dengan giat-giat silaturrahmi, itu bisa saja ada mediasi-mediasi,” jelasnya.

Selain mengutuk pelaku penembakan Randy, para aktifis ini juga menolak rencana pengesahan sejumlah Undang-Undang dan Revisi UU. (RUS)