SMKN 1 Sumenep Pungut Rp245 untuk Renovasi Pagar dan Paving

oleh -

SUMENEP: Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sumenep, Jawa Timur, membebankan renovasi pagar dan paving yang ada di sekolah tersebut kepada wali siswa.

Kepala SMKN 1 Sumenep, Zainul Sahari mengaku, telah mengundang para wali murid sekitar bulan Agustus lalu. Hal itu dilakukan dalam rangka menyamakan kesepahaman terkait renovasi pagar serta pembangunan paving di halaman sekolah tersebut.

“Sekitar bulan Agustus kami kumpulkan para wali murid. Disana disepakati bahwa sumbangan untuk renovasi pagar dan pembangunan paving itu 245 ribu,” katanya.

Dia mengaku, pembebanan sumbangan tersebut diterapkan kepada semua siswa yang ada di SMKN 1 Sumenep yang berjumlah sekitar 1500 siswa.

Adapun pengelolaan sumbangan tersebut, kata Zainul, menjadi tanggungjawab komite sekolah. “Yang mengumpulkan wali siswa itu komite sekolah, termasuk itu (pagar dan paving) tanggungjawab komite. Pihak sekolah tidak tau,” ungkapnya.

Diketahui, adanya sumbangan tersebut belum tentu semua wali siswa bisa membayar. Bagi wali siswa kurang mampu, pasti tidak bisa menunaikan hasil kesepakatan tersebut.

Terbukti, ada suasana berbeda saat media ini datang ke SMKN 1 Sumenep sekitar pukul 10.10 Wib. Sejumlah siswa tiba-tiba tidak mengikuti ujian dan berada di halaman parkir sekolah.

Para siswa sempat berbincang-bincang dengan awak media terkait ketidakikutannya dalam pelaksanaan ujian. Hanya saja, mereka tiba-tiba digiring oleh satu guru sekolah tersebut.

Dalam cerita yang diterima media ini, para siswa tidak mengikuti ujian karena tidak membayar sumbangan renovasi pagar dan paving senilai 245 ribu.

Saat dikonfirmasi, Komite SMKN 1 Sumenep, Yudi Sutiono tidak membenarkan siswa dilarang mengikuti ujian karena tidak membayar sumbangan.

“Tidak benar. Saya mengharapkan setiap siswa itu yang tidak mampu membayar wali siswanya datang ke sekolah. Kalau sudah tidak mampu masak masih mau disuruh membayar,” katanya.

Yudi juga menepis soal dugaan adanya perjanjian antar sekolah dengan siswa bagi yang belum membayar sumbangan tersebut. “Tidak ada perjanjian, kalau sudah datang kesini terus tidak mampu pasti kami toleransi,” tandasnya.(Noe)