SMK PGRI 1 Jombang Akui Adanya Penahanan Ijazah SMP/MTs Asli

oleh -

JOMBANG – Pihak SMK PGRI 1 Jombang tak menampik terkait kabar penahanan Ijazah serta SKHUN asli SMP/MTs siswanya. Hal itu di ungkapkan oleh Sugito, Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Jombang. 

“Sebenarnya tidak ditahan, hanya dikumpulkan dan kami simpan hingga siswa tersebut lulus SMK,” ucap Sugito, saat dikonfirmasi kabarjatim.com, Jum’at (26/04)

Sugito berdalih, dengan adanya penahanan ijazah ini agar siswa tak berbuat seenaknya sendiri. Namun ia membantah jika penahanan tersebut agar siswanya tak pindah sekolah. 

“Memang seluruh siswa diharuskan mengumpulkan ijazah serta SKHUN asli. Tapi kalau ada ketakutan agar siswa tidak pindah, itu tidak benar. Siswa mau pindah, ya silahkan saja. Kami akan berikan ijazahnya,” terangnya.

Ia menambahkan, jumlah seluruh siswa yang ada di sekolahan tersebut dari kelas 1 sampai 3, mulai ajaran baru tahun kemarin (2018) sebanyak 1.839 siswa, dan sampai hari ini hanya tinggal 1.795.

“Sudah dipastikan sekitar satu kelas yang hilang. Nah, paling tidak dengan adanya pengumpulan ijazah ini supaya keluar masuknya siswa agak tertahan. Biar siswa juga menjadi mantab untuk sekolah disini, tidak dua minggu keluar dan sebagainya,” tegasnya. 

Saat ditanya soal jika terjadi kehilangan/terselipnya ijazah, pihak sekolah akan bertanggung jawab. “Alhamdulillah sampai saat ini belum pernah kehilangan ijazah, dan mudah – mudahan hal itu tidak terjadi,” pungkasnya. 

Sebelumnya, seluruh siswa yang sudah masuk di sekolah SMK PGRI 1 Jombang harus mengumpulkan Ijazah dan SKHUN SMP/MTs asli beserta foto copy yang sudah dilegalisir masing – masing sebanyak 5 lembar. Dan akan diserahkan ke siswa kembali barengan dengan ijazah SMK.

Editor :  Rusmiyanto