Simulasi Pilpres, Jika Ada Jokowi-Mahfud Maka Prabowo-Aher Lebih Masuk Akal

oleh -
Prabowo dan Aher saat menggelar pertemuan beberapa waktu lalu (Ist)

JAKARTA-Sejumlah simulasi pasangan menjelang pendaftaran Pilpres pada Agustus 2018 mendatang telah muncul. Sebelumnya, sempat beredar simulasi pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Mahfud, kali ini pasangan Prabowo-Aher lebih masuk akal.

Pengamat Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mengatakan wacana Prabowo-Aher lebih masuk akal. Alasannya, dengan menggandeng Aher maka akan mendongkrak elektabilitas Prabowo di Jawa Barat. Hal ini, seturut peningkatan suara calon kepala daerah yang diusung oleh Gerindra-PKS dalam Pilkada Jawa Barat.

Ia mencontohkan, Pasangan Sudrajat-Syaikhu memberi kejutan nyaris menumbangkan pasangan Ridwan Kami-UU Ruhzanul Ulum.  “Aher kader PKS dan terbukti dua periode berhasil membangun Jawa Barat, dibanding dengan Anies Baswedan,” kata Emrus saat dihubungi di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Dibandingkan Aher, Anies Baswedan belum teruji dalam membangun Jakarta. Saat ini yang terlihat adalah karya Jokowi yang kemudian diteruskan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Artinya, jika PKS memasangkan Prabowo dengan Aher lebih konkrit dan tentunya lebih masuk akal. Hal ini terlihat dengan track record Aher yang merupakan Gubernur Jabar selama dua periode. Hal positif lainnya adalah Aher merupakan kader idiologis PKS yang secara definitif akan memperkuat koalisi antara Gerindra dan PKS. Sebab bagaimanapun politik itu bicara kekuasaan dan bicara kepentingan.

“Bukankah kepentingan PKS lebih terwujud jika mengusung kadernya sendiri yaitu Aher dibanding Anies,” ujar dia.

Dia khawatir jika PKS memaksakan diri mengusung Anies yang dianggapnya sebagai politisi yang sangat cair, akan berdampak buruk kepada PKS di kemudian hari. Sebagaimana diketahui, Anies pada 2014 lalu berada di pihak Jokowi dan mengkritik habis-habisan Prabowo. Tetapi, lanjut Emrus, saat Pilgub 2017 lalu Anies langsung cair dan mendekat ke Prabowo.

“Jadi jangan sepelekan kader sendiri, kecuali memang tidak ada kader lagi. Dan jika Aher dicalonkan, sekaligus menunjukkan kepada publik bahwa kaderisasi di PKS berjalan dengan baik. Ini bisa jadi insentif elektabilitas untuk PKS di Pemilu Legislatif nanti,” tutupnya. @VIN