Seniman Alas Samper Siap ‘Perform’ di Festival Sastra Madura

oleh -
Komunitas Alas Samper (Junaidi/Kabarjatim)
Komunitas Alas Samper (Junaidi/Kabarjatim)

SAMPANG– Komunitas Seniman Alas samper asal Desa Pangarengan, Kecamatan Pangarengan siap berkontribusi memeriahkan Festival Sastra Madura yang akan digelar oleh Komunitas Stinggil, Sabtu (08/12/2018) di gedung kesenian perupa sampang (KPS).

Komunitas Seniman Alas samper akan perform dengan perpaduan antara musik tradisional dengan musik kontemporer. Komunitas ini bisa dikatakan masih seumur jagung tetapi karyanya nampaknya sudah melebihi dari seniman senior, Sebab karya karyanya sudah banyak diterima oleh semua kalangan masyarakat sampang terutama dari kalangan seniman sendiri.

Setelah komunitas ini deklarasi baru dua kali tampil menunjukkan karyanya di tingkat kabupaten Sampang, pertama mereka menampilkan karyanya di tingkat kecamatan dan kedua mereka akan menampilkan karyanya di Festival Sastra Madura itu.

Ketua komunitas alas samper Mohammad Aufa marom Mengatakan Kesenian yang akan mereka tampilkan yaitu Kesenian musik madura dengan memadukan alat musik tradisional dan kontemporer, sedangkan lagu-lagunya seperti ngapote, bongkar, wirid Padang bulan dan lagu desa, semua lagu itu nantinya yang akan dikolaborasikan dengan karya musik sendiri yang sudah dibuat oleh komunitas alas
samper.

“Di kabupaten sampang masih jarang kita menemukan kesenian yang memadukan kedua alat musik itu maka dari itu kami mengawali untuk memadukan alat musik tersebut dan alhamdulillah sudah banyak disukai oleh banyak kalangan terutama dari kalangan musisi,” ujarnya.

Ia banyak berharap dari rencananya yang akan menampilkan karyanya pada festival sastra madura menurutnya harapan yang pertama yaitu untuk memotivasi personil agar tidak berhenti dan terus berkarya mengingat madura merupakan wilayah yang kaya dengan budaya, selain itu juga perhatian dari pemerintah terutama dari pemerintah daerah.

“Komunitas kami sempat diminta oleh komunitas stinggil untuk menampilkan karya kami difestival sastra madura dan permintaan itu bagi kami adalah sesuatu yang berharga bagi kami, tetapi meski tanpa diminta kami sebagai seniman akan hadir karena bagi kami itu adalah Panggilan jiwa dan kami berharap ini adalah awal untuk mengulur semangat komunitas alas samper agar lebih progresif,” pungkasnya. @VIN