Sengketa Lahan Ahli Waris vs PT Kartika Ceria

oleh -

SURABAYA – Carut marut sengketa lahan di jalan Kertomenanggal menyisakan tanda tanya besar. Lahan seluas 19.250 m2 yang kini dikuasai oleh PT PP Properti ini menurut rencana akan di bangun untuk apartemen (kondotel).

Permasalahan muncul ketika pihak PT Kartika Ceria selaku penjual lahan ke PT PP Properti mendapatkan gugatan dari ahli waris lahan yang merupakan keluarga Almarhum Letkol (Mar) Bahder Johar Nasution. Gugatan ini dilayangkan melalui pengacara Ayu Puspita sari dengan no gugatan 445.Pdt.G/2018/PN.SBY

Gugatan ini dilakukan karena Ahli Waris merasa bahwa lahan itu merupakan milik keluarga dan hal ini di buktikan dengan adanya surat2 sah SHM atas nama Bahder Djohar Nasution.

Sengketa antara pihak PT Kartika Ceria dengan ahli waris ini berbuntut panjang, setelah tanggal 3 Juli 2018, kedua pihak akan menjalani sidang gugatan di PN Surabaya. Pihak pengadilan Negeri memberikan saran kepada kedua belah pihak untuk melakukan mediasi.

Doni Damar, pihak penerima kuasa salah satu ahli waris mengatakan ada indikasi dari PT Kartika Ceria untuk menghilangkan jejak riwayat perolehan tanah tersebut, dan kini PT.Kartika Ceria bermaksud menjual ke perusahaan BUMN PT.PP Properti

“Ahli waris tidak sengaja tidak menggugat PT.PP Properti, namun gugatan atas sengketa ini kami layangkan ke PT.Kartika Ceria termasuk BPN Surabaya 1″ujarnya kepada Wartawan.

Gugatan ke BPN Surabaya 1 ini adalah buntut dari munculnya produk SHGB No.435 thn.2016 an.PT.Kartika Ceria dgn surat ukur No.0125/dk.menanggal thn.2015. Padahal di lahan tersebut telah bersertifikat SHM No.401 an.Bahder Djohan Nasution thn.1992.

“Indikasinya jelas, bahwa munculnya surat ini, maka secara tidak langsung kantor BPN Surabaya 1  telah membuat 2 legalitas (sertifikat) atas satu lahan. “Ujar Doni

Doni Damar, yg menerima kuasa ahli waris bernama Yusnita Nasution menegaskan Akta Jual Beli No.126 thn.2009 di Notaries Margaretha antara PT.Indofood Sukses Makmur selaku penjual dan PT.Kartika Ceria sebagai pembeli di yakini fiktif

“Jual beli tersebut tidak benar karena dibuat seolah PT.Indofood Sukses Makmur mendapatkan surat kuasa yang diterima dari pemegang surat kuasa subsitusi untuk menjual, padhal tak ada transaksi yang terjadi di tahun 2009. “ungkap Doni yang kini menyerahkan gugatan masalah sengketa ini kepada pengacara Ayu Puspita Sari.SH MH

Sengketa lahan ini masih akan berlanjut mengingat gugatan di PN belum menghasilkan keputusan hukum tetap. Majelis hakim masih menyarankan kedua belah pihak agar melakukan mediasi. @VIN