Selama Tiga Bulan, Indonesia Tangkap 20 Kapal Asing

oleh -

JAKARTA – Sejak Januari hingga 17 Maret 2019, Kapal Pengawas Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menangkap 20 kapal perikanan ilegal. Terdiri dari 16 K Perikanan Asing dan 4 Kapal Perikanan Indonesia.

“Dari total KIA yang ditangkap, 9 di antaranya merupakan kapal berbendera Vietnam dan 7 lainnya kapal berbendera Malaysia,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal PSDKP Agus Suherman, Selasa (19/3/2019).

Penindakan terakhir, sambung Agus Suherman, dilakukan oleh KP Hiu Macan 01 yang mengamankan 2 KIA berbendera Vietnam yang tertangkap tangan sedang melakukan kegiatan illegal fishing di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI) Laut Natuna Utara.

Penangkapan dilakukan pada Minggu (17/3) sekitar pukul 07.00 WIB atas kapal dengan nama lambung KM BV 92746 TS berukuran 65 GT dan KM BV 92747 TS berukuran 90 GT. Kedua kapal tersebut masing-masing mengangkut 3 dan 11 orang Awak Kapal Perikanan (ABK) berkewarganegaraan Vietnam.

“Kedua kapal tersebut tidak dlengkapi dokumen perizinan dari Pemerintah Indonesia. Mereka beroperasi secara berpasangan dengan menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan yang dilarang di negara kita, yaitu pair trawl,” jelas Agus.

Selanjutnya, kedua kapal dan seluruh ABK warga negara Vietnam tersebut dikawal menuju Stasiun PSDKP Pontianak, Kalimantan Barat dan diperkirakan tiba pada Rabu (20/3) sekitar pukul 07.00 WIB. Selanjutnya akan dilakukan proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Dari hasil pemeriksaan awal, kedua kapal diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.