Selama Pandemi, Istri Gugat Cerai Suami di Sumenep Lebih Dominan

oleh -

SUMENEP: Pengadilan Agama Kabupaten Sumenep mencatat sebanyak 709 kasus gugatan perceraian baik kasus cerai talak (CT) atau Cerai Gugat (CG). Hal ini disebabkan faktor Ekonomi yang terjadi selama pandemi covid-19.

Panitera Muda Hukum PA Negeri Sumenep Arifin, mengatakan, Total istri mengugat Suami selama masa pandemi berjumlah 382 perkara. Serta, sedikitnya ada 602 wanita menjanda selama kurun waktu Januari hingga Mei 2020.

“Suaminya terlilit hutang sehingga hal itu membuat istri menngugat kepengadilan agama,” kata Panitera Muda Hukum PA Negeri Sumenep Arifin, Jumat 12 Juni 2020.

Secara Grafik perceraian setiap tahunnya Sumenep selalu meningkat padahal pemerintah telah melakukan langkah untuk tidak melakukan pernikahan dini.

Selama pandemi Covid sejak awal tahun peningkatan pencerai sangat signifikan. “Sadi sekian ratus persoalan penceraian terhitung sejak awal januari,” jelasnya.

“Dari sekian faktor angka meningkatnya janda persoalan perselisihan terus menerus selama satu tahun angka terus meningkat total 662 perkara.

Menurut Arifin dalam perkara peceraian khususnya pada masa pandemi ini, gugat cerai lebih banyak dari pada Cerai Gugat. “Artinya Istri yang menggugat (cerai) suami itu lebih signifikan,” tandasnya.

NOE