Sejumlah Wilayah di Jombang Masih Dilakukan Dropping Air

oleh -

JOMBANG-Sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang masih kesulitan air bersih. Padahal, diprediksi bulan November seharusnya sudah mulai memasuki musim penghujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang masih melakukan droping droping air bersih

Abdul Wahab, Kepala Pelaksana BPBD Jombang memaparkan, faktor yang mengakibatkan hujan belum merata yakni, diakibatkan oleh pergerakan angin di atas wilayah perairan laut Thailand yang belum stabil.

“Karena ada pergerakan angin di atas laut Thailand yang masih tidak stabil, sehingga menyebabkan pertumbuhan awan hujan yang belum sempurna” paparnya saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (05/11/2018).

Ia menambahkan, musim penghujan dimungkinkan mundur hingga pertengahan November dengan curah hujan yang cukup tinggi. “Ya sudah jelas mundur, namun kemungkinan pertengahan bulan ini hujan sudah mulai merata bahkan dengan intensitas tinggi” imbuhnya”

Mengenai droping air bersih, masih kata Abdul Wahab, akan tetap dilakukan di sejumlah Desa yang terdampak kekeringan hingga ada pemberitahuan dari Badan Meteoroligi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur.

“Kita terus akan distribusikan droping air bersih sampai BMKG bilang berhenti” pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah Desa di beberapa Kecamatan di wilayah Kabupaten Jombang mengalami bencana kekeringan yang disebabkab kemarau yang berkepanjangan.

Namun saat ini tersisa 8 Desa di 6 Kecamatan yakni, Desa Pakel dan Karangan di Kecamatan Bareng, Desa Sumberejo dan Petak 24 di Kecamatan Wonosalam, Desa Kedunglumpang Kecamatan Mojoagung, Desa Kromong Kecamatan Ngusikan, Desa Marmoyo Kecamatan Kabuh serta Desa Pojok Klitih Kecamatan Plandaan. @VIN