Sejumlah APK Yang Terpasang di Jalan Sumenep Diduga Tak Berijin

oleh -
Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Kabupaten Sumenep, Kukuh
Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Kabupaten Sumenep, Kukuh

SUMENEP – Sejumlah alat peraga kampanye (APK) milik para calon legeslatif (Caleg) di Kabupaten Sumenep disinyalir tidak berijin. Ironisnya, sejumlah APK banyak terpasang di Jalan-jalan hingga menempel di pohon.

Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Kabupaten Sumenep, Kukuh meyakini bahwa APK yang tertempel di pohon-pohon itu tidak berizin. Terbukti tidak berizin karena sesuai temuan di lapangan tidak ada stempel dari DPMPTSP.

“Untuk media luar ruang yang berijin yang sifatnya insidental itu ada stempelnya dari kita, dan juga ada batas akhir. Kalau tidak ada stempelnya itu perlu dipertanyakan,” kata Kukuh, Rabu (19/12/2018).

Kukuh juga menegaskan, hasil rapat dengan KPU dan Parpol beberapa waktu lalu, dinasnya tersebut telah menyampaikan bahwa tidak boleh memasang di daerah dan tempat yang terlarang. Karena sudah ada dan disediakan tempat dibeberapa titik untuk media luar ruang.

“Untuk pemasangannya itu biasanya harus sesuai dengan ketentuan aturan yang ada. Semisal tidak dipasang dipohon. Kalau masih ada yang melanggar, berarti mereka sudah tidak mengindahkan hasil kesepakayan bersama waktu itu,” tegasnya.

Selain itu untuk menghindari hal tersebut terjadi, harus ada pengendalian dan pengawasan ketat soal pemasangan medianluar ruangan atau APK. Apabila ada pelanggaran, maka langsung ada penindakan dari pihak terkait.

“APK ini harus ada pengamanan ketat dari tim. Kalau misalkan melanggar Perda, itu kan ada Satpol-PP. Terus kalau melanggar aturan kampanye itu kan ada Bawaslu,” tandasnya.

Sebelumnya, Bawaslu Sumenep memang dikritik pengamat politik soal ketidaktegasannya dalam melakukan penertiban APK yang menyalahi aturan.

Bawaslu Sumenep sendiri hanya menyampaikan bahwa akan melakukan penertiban kembali. Karena sebelumnya telah melakukan penertiban serentak se Kabupaten Sumenep pada 12 Desember 2018 lalu. @VIN