Seekor Bandeng Kawak Asal Sidoarjo Terjual Rp200 Juta

oleh -

SIDOARJO – Lelang bandeng Kawak dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke 160 sudah menjadi tradisi tahunan. Tak ayal Ribuan masyarakat padati alun-alun Sidoarjo untuk menyaksikan tradisi ini. Pada lelang bandeng kawak ini, dana yang terkumpul mencapai Rp700 Juta.

Untuk pemenang lelang bandeng kawak tahun 2019 yakni PT. Minarak Brantas Gas sebagai penawar tertinggi senilai Rp200 juta. Pemenang kedua dari PT. Argent Park Bluru Kidul dengan nilai penawaran Rp125 juta dan pemenang ketiga dari Fandi Utomo Rp80 juta, dan untuk pemenang terakhir dari PT. Yang Utama dengan nilai penawaran Rp70 juta.

Ada empat bandeng yang dilelang, yakni bandeng milik Sutriman dengan berat 6,72 Kilogram yang mempunyai panjang 86,5 sentimeter dan lebar 19 sentimeter, Tambak Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon.

Bandeng kedua milik H. Sanaji Tambak Tegalsari, Kecamatan Jabon dengan berat bandeng 6,52 Kilogram usia bandeng 8 tahun, juara 3 bandeng kawak milik H. Ilyas dengan berat 6,23 Kilogram, Tambak Pulau Dem, Jabon dan pemenang ke 4 Bandeng kawak milik H. Mustofa yang mempunyai berat 5,6 Kilogram, Tambak Kedung, Desa Kupang, Jabon.

Masing-masing pemilik bandeng menerima apresiasi dalam bentuk uang pembinaan, cincin emas, piagam dan 1 unit sepeda motor.

Bupati Saiful Ilah berharap, tradisi lelang bandeng ini terus dilanjutkan, untuk memotivasi para petani tambak agar produksi perikanan bertambah meningkat. “Sudah 57 tahun tradisi lelang bandeng Sidoarjo, sejak pertama kali diadakan tahun 1962 pada masa Bupati R. Samadikoen,” kata Saiful Ilah.

Untuk dana yang terkumpul dari lelang bandeng akan disalurkan untuk kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk membantu pembangunan tempat ibadah. “Semoga dana yang terkumpul bisa memberikan manfaat pada masyarakat sidoarjo,” pungkasnya.

Editor : Ahmad Saefullah