Sediakan Layanan Seks, Panti Pijat Digrebek Polisi

oleh -
Teks foto : Para terapis pijat Mamik, ketika di Mapolrestabes Surabaya (Foto : Eko Yono/Kabarjatim)
Teks foto : Para terapis pijat Mamik, ketika di Mapolrestabes Surabaya (Foto : Eko Yono/Kabarjatim)

SURABAYA-Panti pijat Mamik terletak di ruko Baratajaya, blok B, Gubeng, Surabaya digrebek oleh Unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya pada, Senin (17/9/2018).

Di tempat pijat yang dikelola oleh KA, perempuan 59 tahun warga Surabaya, ini ditengarai juga melayani pijat plus-plus yang bisa berhubungan layaknya suami istri.

Panti yang memperkerjakan lebih dari 14 orang perempuan dari berbagai kota di sekitar Jatim dan luar Jatim dan telah beroprasi selama puluhan tahun itu bertarif Rp. 100 ribu. “Tarif hanya untuk pijat hanya Rp. 100 ribu saja,” kata KA (Mamik) kepada Polisi.

Ketika digrebek dilokasi, Polisi mendapati ada 17 terapis dan pada saat itu 14 wanita diantaranya sudah menerima tamu sepanjang hari itu dan 3 orang lainnya belum mendapatkan tamu.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, menurut pengakuan yang sangat kooperatif dari tersangka, sudah kurang lebih selama 20 tahun beroprasi.

Ditengarai tempat pijat Mamik itu juga ada layanan seksual sesuai kesepakatan dan keinginan para tamu. Disana, para tamu juga dapat memilih perempuan yang diinginkan dengan cara melihat di ruangan kaca khusus tempat perempuan tersebut duduk.

Tarif pelayanan di tempat pijat tersebut berkisar antara Rp. 100 ribu hingga Rp.500.000 per jam sesuai kesepakatan berdasarkan layanan yang diinginkan.

Disamping meminta keterangan dari puluhan terapis, Polisi juga mengamankan barang bukti, buku catatan pemasukan terapis yang melayani tamu, kondom dan tisu basah bekas pakai, lotion dan minyak pijat, kondom baru 20 sachet serta uang tunai Rp. 1.400.000. Pengelola panti pijat nakal itu akan dikenai Pasal 2 UU RI Nomor 21 tahun 2007 tentang PTPPO dan atau Pasal 296 KUHP juga Pasal 506 KUHP.

Diberitakan sebelumnya, setelah 20 tahun beroprasi, Unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali menggrebek panti pijat yang ditengarai melayani layanan berhubungan badan layaknya suami istri.

Panti pijat yang digrebek tersebut bernama, Mamik, terletak di ruko Baratajaya, blok B, Gubeng, Surabaya dan dikelola oleh KA, perempuan 59 tahun warga Surabaya. @VIN