Sebelum Wafat, Fuad Amin Sudah Tujuh Kali Rawat Inap di RS

oleh -

SURABAYA – Mantan Bupati Bangkalan, Madura, yang bertatus warga binaan Lapas Kelas I Surabaya, Fuad Amin Imron, meninggal dunia pukul 16.00 WIB, Senin (16/9/2019). Fuad Amin sebelumnya sudah bolak-balik berobat atau rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah. 

“Fuad Amin berobat/ rawat inap ke rumah sakit surah tujuh kali selama sekitar 10 bulan di Lapas,” Kadiv Permasyarakatan Kemenkumham Jatim, Pargiyono.

Dengan rincian, lima kali dirawat di RSUD Sidoarjo sejak tanggal 24 Januari, 27 Juni, 8 Agustus, tanggal 2 dan 7 September 2019. Kemudian selama dua kali dirawat di RSUD Sutomo Surabaya pada tanggal 3 April dan 14 September 2019.

Pada rujukan terakhir diopname di diagnosa PPOK+ HT+ PJK+ vertigo+ BPH (Jantung, Paru-paru dan Urologi) di RSUD Sidoarjo, 7 September 2019. “Karena pertimbangan medis, maka pada tanggal 14 September 2019 dirujuk oleh RSUD Sidoarjo ke RSUD dr Soetomo,” kata Pargiyono.

Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit milik Pemprov Jatim itu, Fuad Amin dalam kondisi kritis. Menurut keterangan petugas di RS, kata Pargiyono, Fuad Amin mendadak henti jantung (cardiac arrest) pukul 15.08 WIB.

Kemudian tim dokter melakukan tindakan kompresi jantung untuk menstabilkan kondisi, dan tindakan berhasil, jantung kembali normal pukul 16.00 WIB.

“Namun lima menit berselang, terjadi henti jantung lagi dan kembali dilakukan tindakan kompresi jantung. Kemudian tim media menyatakan Fuad Amin meninggal dunia pada pukul 16.12 WIB,” ujarnya.

Pargiyono menegaskan bahwa pihak Lapas telah melakukan tindakan sesuai dengan prosedur yang ada. Pargiyono menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Fuad Amin. “Kami akan melakukan pengawalan hingga jenazah diserahterimakan kepada pihak keluarga,” katanya.

Fuad Amin menjadi warga binaan Lapas Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo, terhitung sejak tanggal 30 November 2018. Dia masuk ke Lapas Porong dengan pidana selama 13 tahun penjara, atau baru bisa bebas pada 9 Januari 2028.