Sebanyak 4,1 Juta Warga Jatim Masih Miskin di 2019

oleh -
Ilustrasi statistik kemiskinan
Ilustrasi statistik kemiskinan

SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat jumlah penduduk miskin di Jatim mencapai 4,2 juta jiwa pada September 2018. Angka itu menurun 0,48 persen atau sebanyak 179.900 orang menjadi 4,1 juta jiwa pada Maret 2019.

“Jadi, jumlah penduduk miskin Jatim menurun sekitar 179.900 jiwa selama kurun waktu September 2018 hingga Maret 2019,” kata Kepala BPS Jatim, Teguh Pramono, dikonfirmasi, Kamis (25/7/2019).

Menurut Teguh, ada beberapa faktor penyebab menurunnya angka kemiskinan di Jatim, salah satunya karena inflasi di Jatim yang mencapai 1,39 persen sejak 2018 hingga Maret 2019. Selama periode tersebut, sejumlah komoditas mengalami deflasi seperti cabai merah, daging sapi, tempe, dan minyak goreng. “Sementara di sisi lain, upah buruh tanaman pangan di Jatim naik 3,54 persen,” kata Teguh.

Teguh mengatakan, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Garis Kemiskinan merupakan harga yang dibayar oleh kelompok acuan, untuk memenuhi kebutuhan pangan sebesar 2.100 KK per kapita per hari. “Kemudian pemenuhan kebutuhan perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan, transportasi, dan lainnya,” kata Teguh.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Sukesi, mengatakan penurunan angka kemiskinan di Jatim karena didorong adanya program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Namun, Sukesi tidak merinci berapa jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayahnya yang menerima BPNT.

“Jumlah masyarakat miskin di Jatim menurun 0,48 persen, itu tidak luput karena adanya program-program dari pemerintah seperti BPNT. Kemudian adanya upaya peningkatan efektifitas, peran sosial dan pendamping terhadap masyarakat di bawah,” kata Sukesi singkat.