Satreskoba Polres Jombang Minta Orang Tua Awasi Anak Untuk Jauhi Narkoba

oleh -
AKP. Moch Mukid, Kasat Reskoba Polres Jombang
AKP. Moch Mukid, Kasat Reskoba Polres Jombang

JOMBANG-Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Reskoba) Polres Jombang, AKP. Moch Mukid, meminta kepada para orang tua untuk mengawasi putra – putrinya agar tak mengenal Narkoba.

Hal itu disampaikan saat digelarnya kegiatan ‘Penyuluhan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba’ yang bertempat di gedung KPRI Sejahtera Jalan Adityawarman, Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Rabu, (17/07/2019).

“Kami mohon untuk bapak ibu mengawasi anak – anaknya, sebab peredaran Narkoba di Kabupaten Jombang sangat besar,” ucap AKP. Moch Mukid.

Ia menambahkan, saat ini para tahanan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jombang, hampir 80% merupakan tahanan kasus narkoba. Rata – rata kasus narkoba yg paling banyak adalah kasus pil koplo / double L.

“Paling banyak di Jombang adalah kasus Narkoba jenis Pil Koplo / Dobel L. Apabila ada warga yang mau melaporkan bisa langsung menghubungi atau datang ke Sat Narkoba Polres Jombang,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan yg sudah dilaksanakan pada tahun 2018 yg dilaksanakan pada tahap pertama 30 Oktober 2018 dengan sasaran ormas dan LSM .

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, Kakesbangpol, Fachruddin Widodo, S.H., M.H, Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP. SUHARSI, SH., M.Si.

Serta dihadiri oleh Tim Terpadu P4GN Jombang, Dr. Mas Imam Ali Afandi, MKP (Dinkes Jombang) dan DR. H. Muh. Farid, M.Si dari Darul ulum, juga peserta dari RW dan RT Se – Kecamatan Jombang.

Wakil Bupati Jombang, Sumrambah memaparkan, permasalahan narkoba merupakan permasalahan yg sangat penting karena untuk narkoba lebih dari permasalahan kenakalan remaja.

“Masalah Narkoba adalah masalah kita bersama, bukan hanya permasalahan orang yang kaya tetapi kali ini juga masuk dalam sendi – sendi masyarakat bahkan sampai golongan menengah kebawah,” tuturnya.

Tahun 2043, lanjut Sumrambah, diprediksi merupakan era keemasan bagi bangsa Indonesia karena regenerasi dari bangsa ini ke masa depan sangat bagus namun hal tersebut ingin dirubah oleh negara lain dengan meracuni anak cucu kita.

“Negara lain ingin menghancurkan bangsa Indonesia dengan internet yg merusak serta peredaran narkoba. Maka hal ini sudah menjadi atensi khusus sehingga diharapkan kedepannya ada program program khusus dalam menanggulangi narkoba,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala BNN Kota Mojokerto, AKBP. SUHARSI, SH., M.Si menegaskan, untuk mencegah adanya penyalahgunaan Narkoba harus melibatkan 3 faktor diantaranya Narkoba, Individu dan Lingkungan.

Narkoba akan tetap ada karena diperlukan untuk pengobatan dan ilmu pengetahuan. Sementara di Indonesia untuk peringkat tertinggi dalam kasus peredaran narkoba diantaranya DKI Jakarta, Jatim dan Sumatera Utara.

“Negara pemasok narkoba ke Indonesia yakni: China, Malaysia, timur tengah, serta afrika. Kenapa negara kita jadi sasaran, sebab harga narkoba di Indonesia terbilang sangat tinggi sehingga menguntungkan untuk penyuplai,” pungkasnya.