Sarana Ilmu Pengetahuan Tak Bergairah Karena Minimnya Anggaran

oleh -

SUMENEP: Pusat sarana ilmu pengetahuan atau biasa dikenal sebagai Perpustakan Daerah (Perpusda) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kurang bergairah lantaran minimnya anggaran dalam tahun anggaran 2020 ini.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Kabupaten Sumenep, Ahmad Masuni menjelaskan, perlu anggaran yang cukup untuk menghidupkan masyarakat cerdas dan tidak kekurangan bahan bacaan. Sementara perpustakaan milik Kabupaten Sumenep ini pada tahun 2020 hanya mendapat kucuran anggaran sebesar Rp150 juta.

“Jadi pada tahun 2020 ini kami mendapatkan anggaran sebesar Rp150 juta. Kemudian di refocusing 50 persen karena adanya Virus Covid-19,” katanya. Senin, 22 Juni 2020.

Minimnya anggaran tersebut seakan tempat memperkaya pengetahuan inu justru kurang diperhatikan oleh pemerintah setempat. Untuk menghidupkan dan memperkaya bahan bacaan di Perpusda, Pemda harusnya memberikan dukungan dalam bentuk alokasi anggaran pengadaan buku.

Masuni mengungkapkan, selama ini Pemda kurang memberikan perhatian dalam mendukung minat baca masyarakat Sumenep. Hingga akibatnya, Perpusda tidak mampu memberikan pelayanan maksimal. “Karena jumlah ketersedian buku terbatas dan kebanyakan buku-buku lama,” jelasnya.

Dia mengatakan, ketersediaan buku di Perpusda Sumenep menurutnya tidak sebanding dengan minat baca masyarakat yang sangat bagus, dimana saat ini hanya ada 14 ribu buku dari berbagai jenis.

“Pengunjung perharinya bisa mencapai 100 orang. Rata-rata yang kesini pelajar dan mahasiswa. Dan kalau di dukung dengan buku-buku baru jumlah pengunjung bisa lebih dari itu,” jelasnya.

Pemda seharusnya memberikan perhatian lebih sesuai Undang-undang 43 tentang Kepustakaan. Pemda juga seharusnya mendukung Perpusda dalam meningkatkan minat baca masyarakat ke daerah-daerah terpencil.

NOE