Santri dan Ustadz Ponpes Kholaiyatul Musytarsyidin Camplong Sampang dapat pelatihan dari Tim Pengabdian Masyarakat POLTERA

oleh -

SAMPANG: Kampus Politeknik Negeri Madura (Poltera) bekerjasama dengan Pondok Pesantren Kholaiyatul Musytarsyidin Desa Tamba’an Kecamatan Camplong Sampang Madura menggelar pelatihan tekhnologi komputer pada sejumlah Santri dan Ustad. Hal tersebut dilakukan guna mendukung perkembangan teknologi di dunia pesantren.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Poltera, Tristian dinda menjelaskan, bahwa Pertumbuhan teknologi didunia pesantren perlu didukung, mengingat Madura merupakan salah satu wilayah yang berbasis Pondok Pesantren di Jawa Timur.

“Pertumbuhan pendidikan di pondok pesantren perlu didukung dengan pelatihan-pelatihan external sehingga nanti dapat dikembangkan oleh pondok-pondok tersebut,” Jelasnya. Rabu, 23 September 2020.

Ia Menambahkan, Kegiatan yang dilakukan oleh Poltera sebagai wujud peran perguruan tinggi dalam memberikan pendampingan pada masyarakat, terutama dalam hal tekhnologi. Sehingga melalui pelatihan itu dikhususkan pada Lembaga Pendidikan dengan tujuan agar masyarakat dapat menerima manfaat dalam memahami perkembangan teknologi.

“Tim yang ber anggotakan dari kalangan dosen dari berbagai macam jurusan Poltera sudah memulai berkomunikasi dengan pihak Pesantren sejak awal tahun 2020 dan dalam masa pandemi pun, komunikasi antara pihak POLTERA dan Pondok Pesantren cukup intens,” Imbuhnya.

Menurutnya Kegiatan pelatihan itu berlangsung dalam beberapa sesi yang dibagi dalam beberapa periode. Pelatihan berlangsung selama 3 (tiga) kali yaitu dari Agustus hingga September Tahun 2020. Sedangkan materi yang di sajikan yaitu tentang dasar Ms. Office. dasar-dasar pengoperasian komputer, pembuatan presentasi elektronik dengan PowerPoint, pembuatan dan pengaturan pengetikan dokumen serta surat dengan Word, pembuatan tabel, dan perhitungan serta grafik dengan Excel, serta apresiasi dan pengoperasian internet.

“Dari pelatihan tersebut peserta di berikan penugasan sederhana agar lebih memahami materi dengan aplikasi secara langsung. Materi terakhir yakni post-test, hasil post-test menunjukkan grafik kelulusan dengan batas minimal nilai 70. Pada saat pre-test tingkat kelulusan peserta masih kecil. Dari sejumlah santri satu santri mendapat nilai diatas 50. Dan setelah pelatihan tingkat kelulusannya meningkat dan sekitar 7 peserta mendapat nilai lebih dari 70,”Jelasnya.

Sementara pengasuh Pondok pesantren Kholaiyatul Musytarsyidin Kh. Fathorrozi sangat mengapresiasi pelatihan teknologi tersebut. Sebab, Lembaga pendidikan Pondok Pesantren dengan materi dasar-dasar komputer dan Ms. Office Basic masih sangat dibutuhkan, dengan semakin berkembangnya penggunaan komputer terutama laptop di berbagai instansi maka kemampuan mengoperasikan komputer/laptop untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari kini menjadi tuntutan untuk dikuasai oleh semua personil dalam organisasi, baik siswa maupun guru atau ustadz/ustadzahnya.

“Program ini bersifat fundamental dan ditujukan bagi organisasi pendidikan seperti Pondok Pesantren yang masih memiliki keterbatasan kemampuan dalam pengoperasian komputer serta SDM yang minim,”Ucapnya.

Ia berharap dari pelaksanaan pelatihan tersebut dapat memberikan pemahaman dan meningkatkan kemampuan peserta dalam mengoperasikan komputer dan internet, sehingga peserta secara akademik yang sebentar lagi akan lulus dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan hal yang paling penting bagi sebuah Lembaga Pendidikan terutama Lembaga Pendidikan yang berada di desa yang memang masih sangat kurang secara fasilitas ataupun SDMnya dan kami berharap Kerjasama poltera dan pondok pesantren ke depannya terus dipupuk,”Pungkasnya. NOE