“SABAR” Sikap Baik Terbalas Dengan Sikap Buruk

oleh -

RELIGIUS – “Sabar” merupakan ajaran yang mudah dicerna namun sulit diterapkan. Ajaran tersebut  telah di berikan oleh semua Agama kepada umat umatnya. Namun apakah sikap Sabar bisa kita terapkan di diri masing-masing?

Salah satu contoh dalam agama Islam sifat dan sikap kesabaran tingkat tinggi hanya dimiliki oleh nabi Muhammad SAW. Rosul (Muhammad SAW) bisa maafkan dan memberikan balasan kebajikan kepada seseorang yang telah berbuat semena mena kepadanya.

Salah satu kisah yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani dari Abdullah bin Salam r.a. Dimana cerita menggambarkan seorang pendeta Yahudi memeluk Islam dikarenakan sifat kesabaran Rosul yang tidak masuk akal. Rasulullah sedang keluar rumah bersama Ali bin Abu Thalib r.a., dan didatangi oleh seseorang mirip orang Badui sedang naik unta, dan meminta bantuan.

Orang tersebut Zaid bin Sa’nah adalah pendeta Yahudi yang menyamar sebagai orang Badui dan inggin mencoba tingkat kesabaran Rosul.

“Wahai Rasulullah, di desaku di Bani Fulan ada beberapa orang yang telah masuk Islam, akulah yang berdakwah kepada mereka supaya mereka masuk Islam. Sebelumnya harta mereka sangat melimpah, tapi sekarang mereka sedang ditimpa kekeringan dan kesulitan pangan. Wahai Rasulullah, aku khawatir jangan-jangan mereka keluar dari Islam karena ketamakan terhadap harta. Jika engkau sudi untuk membantu meringankan penderitaannya, aku siap melaksanakan apa saja perintah engkau sekehendakmu,” ujarnya.

Dengan permintaan yang diutarakan oleh Zaid bin Sa’nah, lantas Rosul memberikan 8 karung berisi kurma untuk dibagikan kepada Bani Fulan.

Pemberian tersebut atas dasar perjanjian hutang tanpa ada tambahan bunga , namun tempo pembayaran telah ditentukan dan disepakati.

Tiba jatuh tempo pembayaran tidak sengaja Rosulullah saat bersama Abu Bakar, Umar dan Usman keluar rumah dan bertemu oleh Zaid bin Sa’nah. Karena malu belum bisa membayar dan sudah jatuh tempo lantas Zaid bin Sa’nah menghampiri Rosulullah.

Sambil menarik surban Rosulullah, Zaid bin Sa’nah marah dan berkata, “Kenapa mencari saya, tidak perlu Rosul mencari akan saya lunasi hutang hutang saya,” ujar Zaid bin Sa’nah.

Melihat Rosulullah di tegor keras, lantas Umar memegang  Zaid bin Sa’nah seraya menatap tajam dengan mata merah. Melihat kemarahan Umar bin Khattab, lantas Rosulullah menghalanginya.

Rosulullah meminta maaf kepada Zaid bin Sa’nah atas sikap Umar yang dikenal kejam. Dilanjutkan Rosulullah memerintah Umar untuk memberikan 2 kantung kurma agar diberikan kepada Zaid bin Sa’nah.

Umar bin Khattab pun memberikan 2 kantung kurma kepada Zaid bin Sa’nah. Zaid bin Sa’nah mempertanyakan untuk apa 2 kantong tersebut.

“Ini merupakan pemberian dari Rosulullah atas permintaan maaf atas kelakuan saya kepada kamu,” ujar Umar kepada Zaid bin Sa’nah.

Memgetahui kesabaran Rosulullah Muhammad SAW yang begitu tinggi, pada detik itu juga Zaid bin Sa’nah memeluk agama Islam.

Bila diambil makna bahwa kesabaran yang dimiliki oleh Rosulullah Muhammad SAW,  merupakan kesabaran tentang memberikan kebaikan secara ikhlas meski nantinya akan dibalas dengan sikap buruk.

Apakah kalian sebagai umat Islam akan meniru sikap Rosulullah meski hanya 50% dari sifat yang dimilikinya, atau malah kita menjadi orang yang mempunyai sifat buruk?.