RTH di Sumenep Masih Minim

oleh -
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Cipta Karya, Bambang Iriyanto
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Cipta Karya, Bambang Iriyanto

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sampai saat ini masih belum memenuhi ruang terbuka hijau (RTH). Akibatnya, kabupaten ujung timur Madura itu bisa disebut belum ideal.

Data di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Cipta Karya, RTH di Kabupaten Sumenep ternyata tidak memenuhi 30 persen.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, setiap wilayah kota seharusnya menyediakan RTH sebesar 30% dari luas wilayah.

Selain itu, kebutuhan akan Ruang Terbuka Hijau pada suatu wilayah juga dapat ditentukan melalui berbagai indikator seperti jumlah penduduk, kebutuhan oksigen, dan kebutuhan air bersih.

“Sesuai aturan idealnya 30 persen, 20 persen pengembangan RTH dibangun oleh Pemerintah (RTH Publik), 10 persen dari partisipasi masyarakat (RTH Privat),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Cipta Karya, Bambang Iriyanto, Kamis (31/1/2019).

Hanya saja, lanjut Bambang, pemerintah tidak tutup mata terkait RTH yang harus mencapai 30 persen tersebut.

Dikatakan juga, saat ini tengah digenjot pembangunan khusus kawasan RTH, salah satunya akan dibangun di pintu masuk Kantor Pemerintah Sumenep. Proyek tersebut, dianggarkan senilai Rp9 miliar.

“Ada empat paket pekerjaan yang akan kami lakukan untuk memenuhi RTH itu, seperti pekerjaan MPIP dan pengadaan elektika RTH,” terangnya.

Saat ini, RTH Kabupaten Sumenep terletak di Taman Kota Taman Adipura Sumenep, Taman Potre Koneng, dan kawasan RTH eks Tajamara.

“Targetnya nanti disana (eks Tajamara dan kantor Pemerintah Sumenep) ada RTH. Disana juga ada taman, dan tempat parkir sesuai dengan perencanaan. Kami menargetkan 2019 akhir sudah rampung semua,” tandasnya.

Editor : Nurul Arifin