Ratusan Tabloid Indonesia Barokah Siap Edar, Ditahan Bawaslu Sidoarjo

oleh -
Tabloid Indonesia Barokah
Tabloid Indonesia Barokah

SIDOARJO– Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Sidoarjo menahan ratusan eksemplar paket tabloid Indonesia Barokah yang beredar di Sidoarjo. Ratusan paket tersebar di 14 dari 18 kecamatan se-Sidoarjo.

Haidar Munjid, ketua Bawaslu Sidoarjo mengatakan beredarnya tabloid Indonesia Barokah ditemukan beberapa panitia pengawas kecamatan (Panwascam) bersama pihak kepolisian. Paket yang dialamatkan ke masing-masing takmir masjid dan pondok pesantren di Sidoarjo langsung ditarik kembali.

“Panwascam bersama dengan pihak kepolisian sudah melakukan penahanan untuk sementara tabloid ini,” kata Haidar, Minggu, (27/1/2019).

Haidar menambahkan, sejak ramainya pemberitaan terkait penyebaran tabloid Indonesia Barokah, panwas setempat intens melakukan pemantauan dibeberapa masjid. Benar, paket yang berisi tabloid Indonesia Barokah sebagian besar sudah diterima penerimanya dan sebagian masih tertahan dikantor pos.

“Hampir diseluruh kecamatan yang berada di wilayah kabupaten Sidoarjo sudah menerima paket tabloid ini. Untuk sementara ada 14 kecamatan yang menerima paket tabloid tersebut melalui kantor pos,” tandasnya.

Seperti di Kecamatan Tanggulangin ada 20 exemplar, Sedati ada sekitar 26 Eksemplar, kecamatan Taman satu eksemplar, Porong ada 19 Eksemplar, Krian ada 5 Eksemplar, Balongbendo tiga eksemplar, Buduran ada 8 eksemplar, Sukodono ada 12 Eksemplar, Tulangan 63 Eksemplar, Krembung ada 3 Eksemplar, Waru ada 2 Eksemplar, candi ada 22 eksemplar, Sidoarjo kota ada tiga eksemplar, dan Gedangan ada 3 Eksemplar.

“Untuk kecamatan Krian, kecamatan Tarik, Balongbendo dan Prambon masih ada 45 paket tabloid masih tertahan di kantor pos Krian,” jlentrehnya.

Ratusan paket tabloid ini sengaja ditarik dan dikumpulkan di kecamatan masing-masing. Saat ini, Bawaslu Sidoarjo masih menunggu instruksi pusat terkait beredarnya Tabloid Indonesia Barokah di Sidoarjo.

“Sementara masih kami tahan dulu, karena Bawaslu RI masih melakukan kajian bersama dewan pers. Setelah ada keputusan, barulah kami akan mengambil langkah terutama terkait peredaran tabloid tersebut,” pungkas pria yang pernah menjadi Ketua PMII Sidoarjo itu.

editor : Nurul Arifin