Putus Mata Rantai Covid-19, Rutan Sumenep Bebaskan 44 Narapidana

oleh -
Foto: Momen warga binaan Rutan Klas IIB Sumenep melakukan sujud syukur
Foto: Momen warga binaan Rutan Klas IIB Sumenep melakukan sujud syukur

Sumenep – Sebanyak 44 orang warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Sumenep, Jawa Timur, dibebaskan bersyarat dari balik jeruji besi. Hal itu dilakukan guna pencegahan terkait penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

Kepala Rutan Sumenep, Agus Salim mengatakan, sebanyak 44 orang warga binaan itu akan dibebaskan secara bertahap dengan sejumlah catatan, diantaranya sehat lahir batin, berperilaku baik dan telah melewati masa tahanan minimal 2/3 masa tahanan. Untuk saat ini, ada 26 orang yang akan dibebaskan.

“Para warga binaan ini kami bebaskan dengan menjalani asimilasi dirumah. Jadi selama dirumah, mereka tetap kami pantau. Nanti akan mendapatkan pengawasan dari kejaksaan dan bapas,” katanya, Kamis 2 April 2020.

Adapun kebijakan ini diambil setelah menerima surat perintah dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Juga dipertegas oleh satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Dari perintah itu, ada tiga puluh ribu warga binaan se-Indonesia yang akan menerima pembebasan dengan bersyarat ini. Untuk Sumenep kami akan melakukannya secara bertahap, untuk saat ini ada 25, karena 1 orang dinyatakan bebas langsung (CB),” jelasnya.

Adapun kebijakan ini, kata Agus, telah disesuaikan dengan keputusan Menkumham PK.01.04.04 Tahun 2020 tentang pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi dan integrasi dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Dalam point-point yang menjadi pertimbangan atas pembebasan bersyarat itu yakni diantaranya adalah yang bersangkutan telah menjalani masa tahanan 2/3.

Syarat lainnya yang juga menjadi acuan yakni yang bersangkutan bukanlah narapidana dengan kasus berat dan masa tahanan yang lama.

Menurutnya, pembebasan narapidana dari Rutan Klas IIB Sumenep ini akan mengurangi potensi penyebaran Covid-19. Sebab daya tampung di Rutan ini telah melampaui batas.

“Jelas ini akan mengurangi jumlah warga binaan. Jadi ini juga bisa mengurangi resiko penyebaran Virus Corona,” tandasnya. VIN