Puluhan Pelajar Dan Gepeng Terjaring Razia Polres Bojonegoro

oleh -

BOJONEGORO– Guna penertiban kota pada jam sekolah dan didasari laporan warga, Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro menggelar Operasi Bina Kusuma. Selasa (23/07/2019).

Razia dipimpin oleh Kaur Bin Ops (KBO) Sat Binmas Polres Bojonegoro, Iptu Fathur Rahman, dengan melibatkan 20 personil dari Sat Binmas dan Sat Sabhara.

Alhasil, sebanyak 14 pelajar yang sedang nongkrong di warung-warung dan kafe seputaran Jalan Panglima Polim berhasil dijaring oleh petugas, selain itu seorang gepeng juga turut diamankan dari pertigaan Dishub, Jalan A. Yani, Kota Bojonegoro.

“Ini kegiatan penertiban patroli anak sekolah yang nongkrong pada saat jam sekolah. Selain untuk ketertiban kota, kami juga mendapat laporan dan masukan dari masyarakat yang resah dengan keberadaan mereka,” kata Karendal Ops. Bina Kusuma.

Selanjutnya, para pelajar dan gepeng tersebut dibawa ke Mapolres Bojonegoro untuk dilakukan pendataan dan diberikan  pembinaan.

“Siswa yang terjaring kami serahkan ke Dinas Pendidikan, selanjutnya dikembalikan ke sekolah masing-masing agar pihak sekolah dan orang tua siswa mengetahui anak didiknya, sedangkan untuk 1 gepeng kita serahkan ke Dinas Sosial,” terang Teguh Santoso.

Ditambahkan, dari seluruh pelajar serta gepeng yang terjaring razia kali ini, tidak didapati barang-barang berbahaya.

“Kami ingin memberi efek jera, agar tidak diulangi lagi. Selama Operasi Bina Kusuma kita terus melakukan patroli terhadap para pelajar yang bolos saat jam belajar guna menghindari kenakalan remaja dan juga penyakit masyarakat lainnya,” pungkas Karendal Ops. Bina Kusuma.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli melalui Karendal Kompol Teguh Santoso, SE, menyampaikan bahwa Operasi Bina Kusuma 2019 merupakan operasi terpusat yang digelar selama lima belas hari, tanggal 22 juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019, dengan sasaran premanisme, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perkelahian antar kelompok masyarakat dan penyakit masyarakat.