Puluhan Mahasiswa Undar Jombang Demo Tuntut Kejelasan Wisuda

oleh -

JOMBANG – Puluhan Mahasiswa Universitas Darul Ulum (UNDAR) Jombang menggelar unjuk rasa di depan kampusnya menuntut kejelasan tentang nasib wisudanya.

“Kami meminta kejelasan tentang proses wisuda,” ucap Ahmad Alfan, koordinator aksi, Senin (25/02/2019).
Lebih jauh, Alfan memaparkan, sudah hampir satu tahun tidak ada wisuda di Undar. Hal itu disebabkan belum adanya rektor yang sah di kampus tersebut.

“Belum adanya Rektor yang sah membuat semua proses perguruan terganggu. Tak hanya wisuda, proses KKM, KKL juga molor, dan ini sudah hampir satu tahun. Terus gimana nasib kami, nasib orangtua kami yang harus banting tulang guna membiayai kuliah kami,” imbuhnya.

“Kita seharusnya sudah wisuda bulan Oktober tahun lalu, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan kapan wisuda. Sedangkan kita dituntut untuk bayar kuliahan,” sesalnya.

Dengan membentangkan spanduk berisi tulisan ‘Selamat Dan Sukses Kepada Yayasan & Senat Yang Telah Menelantarkan Mahasiswanya’, puluhan mahasiswa yang berunjuk rasa juga sempat membakar ban bekas di atas aspal jalan hingga membuat arus lalu lintas di kawasan Jalan Abdurrahman Wahid, Kabupaten Jombang terganggu.

Petugas dari Kepolisian Resort (Polres) Jombang yang tiba di lokasi segera memadamkan ban bekas tersebut. Petugas juga menyuruh mahasiswa yang berunjuk rasa tidak melebar ke jalan, cukup berorasi di gerbang kampus saja.

Namun imbauan tersebut tak dihiraukan. Mahasiswa semakin beringas dengan berorasi di depan muka para petugas yang berdiri menjaganya. Bahkan sampai berteriak menggunakan pengeras suara.

Beruntung petugas kepolisian yang membawa tongkat kayu serta tameng tak sampai tersulut emosi. Mereka hanya diam dan tetap berdiri dengan menggunakan perlengkapan pengamanan.

Akhirnya kericuhan pun terjadi ketika mahasiswa memaksa berorasi ke jalan. Polisi pun bertindak dengan cepat menghadang dan meminta supaya para pengunjuk rasa kembali ke dalam kampusnya.

Karena kalah jumlah, akhirnya mahasiswa pun mundur dan masuk kampus. Namun sambil berjalan masuk kampus, tak henti – hentinya para pengunjuk rasa mengeluarkan kata-kata provokatif. Usai pengunjuk rasa masuk kampus dan situasi kondusif, petugas membubarkan diri kembali ke markas.

Editor : Ahmad Saefullah