Puluhan Desa di Sumenep Mengalami Kekeringan

oleh -

SUMENEP-Sejumlah desa yang ada di wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, saat ini mengalami kekeringan. Bencana kekeringan tersebut melanda 30 desa dari 10 kecamatan yang ada di daratan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Rahman Riadi mengatakan, kekeringan di wilayah Sumenep terjadi sejak bulan Juni lalu. Selain itu, BPBD juga telah melalukan droping air ke sejumlah desa.

“Kekeringan saat ini berdampak pada masyarakat di 30 desa yang tersebar di 10 kecamatan,” jelasnya.

Sepuluh kecamatan tersebut di antaranya Kecamatan Batuputih, Kecamatan Pasongsongan, Kecamatan Saronggi, Kecamatan Rubaru dan Kecamatan Dasuk.

“Rinciannya dari 30 desa itu, 11 desa mengalami kering kritis dan 19 desa mengalami kekeringan langka,” tuturnya.

Namun, sejauh ini pemerintah daerah dan provinsi belum menggelontorkan bantuan untuk kemudahan masyarakat kepulauan Sapeken mendapatkan droping air bersih.

“Kami mengusulkan kepada pemprov Jatim untuk memberikan bantuan perahu tandon kepada masyarakat kepulauan Sapeken. Hal itu merupakan salah satu solusi untuk mengantisipasi kekurangan pasokan air bersih di kepulauan Sapeken,” jelasnya.

Sementara, untuk menanggulangi krisis air di masyarakat wilayah daratan Sumenep ada 6 unit mobil Tangki yang siap mensuplai air bersih ke masyarakat di wilayah yang mengalami kekeringan.

Ada 6 unit mobil tangki yang siap mensuplai air bersih di wilayah daratan Sumenep. “6 unit mobil tangki tersebut dari BPBD 2 unit, dari HIPPAM Kecamatan Batu putih 2 unit dan dari PDAM 2 unit,” terangnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh perangkat daerah, aparat di wilayah baik camat dan kepala desa agar cepat tanggap dalam merespon laporan dari masyarakat, sehingga penanggulangan bisa lebih optimal.

“Aparat wilayah juga harus mengevaluasi kondisi di wilayah masing-masing, sehingga semua desa bisa terdekteksi mengenai potensi terjadinya bencana kekeringan, aparat harus rajin melaporkan kondisi di wilayahnya masing-masing,” tukasnya.