Puluhan Ayam di Desa Kalianyar Ditemukan Mati Mendadak

oleh -

BONDOWOSO-Sebanyak 74 ayam di RT 17 RW 4 Desa Kalianyar, Kecamatan Tamanan, Sabtu (18/4/2020) ditemukan mati mendadak karena positif Virus Flu Burung (AI), Minggu (19/4/2020).

Dari keterangan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Tamanan, drh. Suhartono, menerangkan, bahwa semula Kepala Desa Kalianyar Eva Anggraeni melaporkan adanya kematian ayam jenis buras secara mendadak ke Puskeswan setempat. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan bahwa selain mati mendadak, jengger ayam-ayam tersebut  tampak berwarna kebiruan.

“Setelah mengumpulkan informasi dan kemudian dilakukan Rapid Tes AI, ayam milik Pak Puji dan Ibu Yon, ternyata ayam Ibu Yon hasil menunjukkan negatif, sedangkan ayam milik Pak Puji menunjukkan hasil positif AI (Flu burung)” terangnya pada awak media.

Dirinya menjelaskan bahwa setelah ditemukan adanya kasus tersebut pihaknya pun akan melakukan penyemprotan desinfektan setiap lima hari. Termasuk, menyarankan ke masyarakat untuk mengandangkan dan tidak menjual ayam yang masih hidup. 

Sementara menurut Kepala Dinas Pertanian Ir Dwi Wardana, ada 74 unggas yang mati. Ketika dilakukan rapid tes pada darah ayam, ternyata positif flu burung.

“Selanjutnya kami menindaklanjuti hari ini untuk mengedukasi masyarakat, harapannya deteksi itu putus pada unggas yang mati saja. Tidak sampai menular kepada manusianya” kata Dwi.

Sementara langkah yang diambil adalah melokalisir masyarakat dan unggasnya.

“Masyarakat satu dusun tidak boleh menjual atau membawa unggas ke luar daerah. Selain itu juga dihindari kontak langsung dengan unggas, ini kami sikapi dengan gerak cepat, harapannya tidak ada penambahan kematian unggas dan masyarakat tidak sampai ada yang tertular” tambah Dwi.

Sementara menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Syaifullah, yang turun langsung ke lokasi, menerangkan, bahwa dirinya meminta dokter hewan di wilayah setempat untuk melokalisir kawasan tersebut. 

“Terus setelah itu kita lihat ini terjadi apa. Kalau memang tidak terjadi itu sudah berhasil. Tapi, kalau masih terjadi kita perlu mengambil langkah-langkah cepat lagi” kata Sekda.

Sekda juga menerangkan bahwa manakala akan dilakukan pemusnahan terhadap ayam-ayam yang masih hidup, pihaknya masih akan mendiskusikan terkait rencana ganti rugi tersebut. 

“Kalau ganti rugi masih kita perbincangkan Karena ini kan kejadian. Karena ini ada instruksi Mendagri, kita diskusikan dengan Kades” tutur Sekda lebih lanjut.

Dirinya juga meminta dan menghimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap waspada. Terpenting, menjaga kebersihan di lingkungan.

“Tetap tenang, namun juga waspada, saya minta agar warga terus berprilaku hidup sehat, jaga kebersihan diri juga lingkungan, dan selalu bersenergi dengan tim dari kesehatan” pungkasnya.

VIN