Proyek Reklamasi Pantai Mombhul Jadi Atensi Polres Gresik

oleh -
Mahasiswa Gelar Aksi Tolak Reklamasi, beberapa waktu lalu
Mahasiswa Gelar Aksi Tolak Reklamasi, beberapa waktu lalu

SURABAYA – Kasus reklamasi ilegal Pantai Mombhul di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, memasuki babak baru. Kepolisian Resort (Polres) Gresik akan menyelidiki dugaan pelanggaran hukum reklamasi yang tidak berijin itu.

“Kami sudah atensi (kasus reklamasi Pantai Mombhul, red), nanti akan kami selidiki,” kata Kapolres Gresik, AKBP Wahyu Sri Bintoro, dikonfirmasi, Jumat (25/1/2019).

Pria asal Magelang itu menegaskan pihaknya terlebih dahulu akan menyelidiki. Polisi juga akan mencari barang bukti dan keterangan para saksi untuk memproses kasus reklamasi ilegal tersebut.

Apalagi, kasus reklamasi ilegal Pantai Mombhul itu menjadi perhatian publik. Kasus ini mencuat setelah pihak pengelola, dalam hal ini PT Bawean Mombhul Inca Wisata (PT BMIW) “tutup mata” teguran dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Yang jelas, kami nanti akan melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata mantan Kapolres Bojonegoro itu.

Kasus reklamasi Pantai Mombhul membuming setelah puluhan mahasiswa yang menamakan Koalisi Mahasiswa Bawean (KMB), bersatu Menolak Reklamasi Pantai Mombhul. Mereka tidak terima ekosistem dan lingkungan sekitar rusak akibat reklamasi tersebut.

Mahasiswa perwakilan dari berbagai organisasi daerah (Orda) di daratan Jawa itu, juga menyebut bahwa reklamasi Pantai Mombhul ilegal. Bahkan mereka memastikan aktifitas reklamasi itu tidak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Direktur PT Bawean Mombhul Inca Wisata (PT BMIW), Abdul Halim, membenarkan bahwa aktifitas reklamasi di Pantai Mombhul sampai saat ini belum berizin. Ia juga membenarkan pihaknya pernah mendapat teguran dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemprov Jatim.

“Kami memang belum punya izin. Teguran itu memang benar, yaa kami memang salah. Tapi kami sekarang masih urus proses perizinan,” kata Halim.

Editor : Nurul Arifin