Proyek Jembatan Gantung Mojoagung Molor, Kontraktor Kena Denda

oleh -

JOMBANG – Proyek jembatan gantung pikatan yang dibiayai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, mengalami kendala.

Pasalnya, proyek berbiaya sekitar Rp6.4 miliar yang direncanakan selesai pada 28 Desember 2018, tersebut molor dari target, sehingga pihak kontraktor dijatuhi denda.

Salah satu pelaksana proyek Pt. Marlin Jaya Kontruksi, Heri Irawan, mengatakan bahwa molornya proyek tersebut dikarenakan bahan baku yang datangnya telat.

“Kita mengalami kendala dari telatnya bahan baku. Saling menyalahkan juga percuma, karena bahan bakunya dari Jakarta semua, jadi mau enggak mau ya harus menunggu,” ucapnya saat ditemui Kabarjatim.com di lokasi proyek, Sabtu (05/01/2019).

Ia menambahkan, saat ini bahan baku sudah siap semua dan proses sudah hampir mencapai 100 persen. Dia juga meminta pekerjanya agar mengebut proyek supaya tidak kena denda banyak.

“Kami sudah berupaya maksimal, sampai – sampai kita kebut dengan cara melemburkan para pekerja supaya cepat selesai. Sebab kita dikenakan denda karena molor dari target,” imbuhnya.

“Dendanya perseribu dari nilai proyek, untuk tiap harinya. Lah ini sudah berapa hari, tinggal hitung saja. Besok rencananya harus selesai biar tidak bayar denda terus,” pungkasnya.

Proyek jembatan gantung yang menghubungkan dua Desa, yakni Desa Kedung Papar dan Desa Karobelah, di Kecamatan Mojoagung tersebut dikerjakan mulai tanggal 31 Agustus 2018 hingga 28 Desember 2018.
Proyek tersebut milik Kementrian (PUPR), dengan PT Marlin Jaya konstruksi, sebagai pelaksana proyek dan PT Parigraha konsultan, sebagai pihak konsultan pengawas.

Editor: Ahmad Saefullah