Pro Kontra Ketidak Hadiran Bupati Saat Persidangan, Ini Kata Kuasa Hukum Syaifullah

oleh -

BONDOWOSO: Ketidakhadiran Bupati Bondowoso, Salwa Arifin sebagai saksi pada persidangan Sekda Bondowoso Non Aktif Syaifullah, menjadi Pro dan Kontra di masyarakat.

Ada yang menyebut ketidak hadiran orang nomer satu di Bondowoso sebagai saksi di persidangan sebagai sikap tidak patuh hukum.Dari hal tersebut, kuasa hukum Syaifullah Husnuz Sidki angkat bicara. Husnus menjelaskan bahwa ketidak hadiran bupati bukan di sengaja, namun beliu karena kesibukan sebagai pejabat negara.

“Meskipun Bupati tidak hadir dalam persidangan, beliau sudah memberi keterangan secara tertulis dan itu sudah diatur di undang-undang KUHAP pasal 162 ayat 1 dan 2 bahwa seorang saksi boleh tidak hadir dipersidangan dan cukup menyapaikan keterangannya  secara tertulis, namun keterangan itu sama nilainya dengan saksi di persidangan,” katanya, Selasa, 13 Oktober 2020.

Dirinya menambahkan bahwa sebagai pejabat negara, memang mempunyai semacam keistimewaan sendiri.

“Semua pejabat negara mempunyai semacam keistimewaan, jadi meskipun tidak hadir dalam persidangan tidak apa-apa. Disamping itu, dari awal saat penyidikan kemaren beliau sudah disumpah dihadapan penyidik saat memberikan keterangan, jadi tidak ada masalah karena beliau memang sibuk,” ungkapnya.

Tentang persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa ketika Bupati tidak hadir  dalam tiga kali akan di panggil secara paksa, itu semuanya tidak benar.

“Itu tidak benar, yang bisa dipanggil secara paksa itu cuma saksi yang memang secara langsung mengetahui, kalau bupati kan tidak mengetahui secara langsung, beliu kan hanya tahu dari orang-orang birokrasi,” Pungkasnya. NOE