Polres Sumenep Ringkus pelaku Pembuangan Bayi, Ternyata masih Kakak Beradik

oleh -

SUMENEP: Kepolisian Resort Sumenep Berhasil meringkus pelaku pembuangan bayi yang sempat menghebohan warga Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Dari data yan berhasil dihimpun kabarjatim.com, pelaku pembuangan bayi tersebut adalah AD (25) dan YF (25) yang merupakan kakak beradik.

Kapolres Sumenep, Ajun Komisaris Besar Polisi Darman menjelaskan, kronologi pembuangan bayi berjenis kelamin laki-laki itu berawal pada bulan Januari 2020 lalu di Desa Gapura Barat. Atas keterangan kedua pelaku, Darman menjelaskan jika pelaku lelaki berinisial AD (25) berhubungan badan dengan YF (16) yang masih adik tirinya. Namun, setelahnya pelaku tidak mengetahui kalau korban hamil karena tidak bercerita.

“Jadi selama itu korban YF tidak bercerita pada AD bahwa dirinya hamil karena takut,” ujar Darman saat Konferensi Pers di Mapolres Sumenep. Kamis, 22 Oktober 2020.

Selanjutnya, korban menutupi kehamilannya dan tidak bercerita pada siapapun hingga melahirkan pada Jumat tanggal 18 September 2020 sekira pukul 05.30 WIB. Korban melahirkan bayinya tanpa dibantu siapapun di kamarnya sendiri. Sebab, pada saat itu kedua orang tuanya sedang bekerja di luar kota dan rumah dalam keadaan sepi.

Setelah melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki itu, korban berteriak meminta tolong dan memanggil nama AD ke kemarnya. “Ketika pelaku datang ke kamar YF dan melihat korban melahirkan bayi, dia langsung mengambil pisau dan memotong tali pusar bayi itu,” tandasnya.

Kapolres Darman mengatakan, motif pembuangan bayi tersebut dilakukan pelaku AD karena merasa malu dan takut kelahiran bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut akan menjadi aib keluarga.Apalagi, korban YF masih di bawah umur, belum punya suami dan merupakan adik atau saudari seibu dengan pelaku.

“Sehingga, pelaku punya ide untuk membuang bayi tersebut supaya tidak diketahui identitasnya dan bisa ditemukan orang lain,” terangnya.

Sebelumnya polisi menangkap AD dan YF di rumahnya pada Jumat (16/10/2020) kemarin sekira pukul 16.00 WIB. Namun, dua hari kemudian korban (YF) dipulangkan usai menjalani pemeriksaan di Mapolres Sumenep. Selain menahan pelaku, dalam kasus ini polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 buah kardus air mineral, 1 lembar kain batik warna putih motif bunga warna hitam, dan 1 baju batik lengan pendek warna merah motif kotak-kotak seragam sekolah dasar (SD). NOE