Polres Sumenep Diminta Tindak Tegas Pengoplos Beras

oleh -

SUMENEP: Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Jawa Timur, diminta agar mengambil tindakan tegas atas dugaan praktek pengoplosan beras yang dilakukan oleh UD. Yudhatama di jalan Merpati 3A Desa Pamolokan Sumenep. Hal tersebut disampaikan oleh puluhan mahasiswa yang menggelar aksi demontrasi didepan Mapolres Sumenep.

Di hadapan polisi, para mahasiswa dengan tegas menyatakan bahwa kasus tersebut sejatinya telah melanggar Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Mereka juga telah melanggar undang-undang nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, dan UU nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan, dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun, namun hingga hari ini belum ada yang ditangkap,” kata Februandi Akbar, saat melakukan aksi didepan Mapolres Sumenep.

Selain itu, apabila polisi dalam hal ini satuan reserse kriminal apabila segera menetapkan tersangka, maka tidak menutup kemungkinan akan mengarah ke sejumlah oknum yang terlibat dan berpotensi menjadi pelaku dalam dugaan pengoplos beras tersebut.

Untuk itu, para mahasiswa sedianya akan melakukan pengawalan atas dugaan penyelewengan beras petani dicampur beras bulog tersebut. Apalagi, beras tersebut juga diketahui diberi cairan pewangi pandan.

“Kami mendesak agar pihak kepolisian segera mengusut pengoplos beras ini, jangan biarkan mereka berkeliaran. Termasuk usut juga seluk-beluk yang ada didalamnya,” tegas mahasiswa yang tergabung dalam GMNI Sumenep itu.

Polres Sumenep oleh mahasiswa juga diminta agar tidak terkesan menyembunyikan sesuatu didalam dugaan pengolosan beras itu. Polres harus menyampaikan hasil dari penyelidikan yang telah didapati.

Sementara itu, Waka Polres Sumenep, Kompol Andi Febrianto Ali mengatakan sejatinya kepolisian saat ini tengah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi-saksi. Sebab kasus ini merupakan kasus khusus yang harus dilakukan pengkajian dan mendatangkan saksi ahli.

“Kita perlu saksi ahli, termasuk juga beras tersebut akan dilakukan uji lab, makanya ini ada dua persangkaan yaitu UU pangan dan perlindungan konsumen,” jelasnya.

Disinggung soal barang bukti petunjuk yang sudah diamankan pihak kepolisian, dia mengaku tidak segampang itu untuk menetapkan tersangka. “Yang jelas tidak semudah itu. Kita butuh uji lab, saksi ahli. Walaupun itu memang salah satu bukti petunjuk,” jelasnya.

Dia juga mengaku jika permasalahan beras di Kabupaten Sumenep memang menjadi bahan yang cukup diperhatikan. Sebab beras merupakan makanan pokok warga.

“Kami mengapresiasi kepada para mahasiswa, pak Kapolres juga berterima kasih. Dengan begitu mereka ikut mengawal semua kasus yang ada di kami, bukan cuma beras ini,” tandasnya.

Sejak Polres Sumenep melakukan penggerebekan di UD. Yudhatama ART, hingga saat ini para pelaku atas dugaan kasus pengoplos beras ini belum juga ditetapkan tersangka. Padahal sebelumnya, polisi telah mengamankan sejumlah pekerja, termasuk diantaranya adalah pemilik usaha tersebut.

NOE