Polres Sumenep belum Tuntaskan Kasus Tenggelamnya KLM Jaya Abadi

oleh -
KLM Jaya Abadi sebelum tenggelam di perairan Sumenep
KLM Jaya Abadi sebelum tenggelam di perairan Sumenep

SUMENEP– Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Jawa Timur, hingga saat ini masih belum menuntaskan kasus tenggelamnya KLM Jaya Abadi yang dilaporkan keluarga korban pada 4 Mei lalu.

Sebelumnya, pihak kepolisian sempat mengagendakan dengan agenda gelar perkara. Namun dari hasil gelar tersebut diketahui jika Satpolairud Sumenep belum melakukan pemeriksaan terhadap pelapor.

“Jadi kemarin setelah dilakukan gelar itu masih belum lengkap. Rencana kemarin akan dibawa ke KUHP, tapi hanya saja wujudnya atau jenazah sampai saat ini belum ada (belum ditemukan). Kemudian dari hal itu kami mengarahkan ke UU Pelayaran. Namun saya lupa, pada saat melaporkan ke kami itu, pelapor belum diperiksa,” jelas Kasatpolairud Sumenep, Iptu Agung Widodo.

Kata dia, dari hasil gelar perkara kemarin tidak berani memutuskan. Apalagi masih harus melengkapi dulu. Termasuk akan memanggil pihak pelapor dan pihak Syahbandar Panarukan.

“Intinya pelapor itu maunya apa setelah itu juga meminta keterangan apakah yang meninggal itu penyakitan atau tidak. Karena hal itu masih mengkhawatirkan. Kalau tiba-tiba si anak pulang nah nanti kita juga yang repot. Karena sampai saat ini korban belum diketemukan keberadaanya,” jelasnya.

“Kami juga membutuhkan keterangan dari Syahbandar (Panarukan). Nanti itu akan dijelaskan oleh pihak sana. Apakah itu melanggar atau tidak. Kalau itu melanggar, maka kenak semua,” tandasnya.

Tenggelamnya KLM Jaya Abadi ini terjadi pada April lalu. KLM Jaya Abadi yang berlayar dari Pelabuhan Panarukan, Situbondo, menuju Pelabuhan Gowa-gowa, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, tenggelam ditengah laut setelah sempat mengalami trouble mesin.

Empat orang selamat dalam kejadian tersebut. Yakni Asmuni (43), Masuri (70), Andi Fata Yani (21), Adi (40). Mereka merupakan warga Dusun Gua Gua Selatan, Desa Gua-Gua, Kecamatan Raas. Namun sayang, korban berinisial TK hingga saat ini belum ditemukan.

Keluarga korban menemukan kejanggalan atas insiden tersebut. Sebab dalam hasil investigasi yang dilakukan ditemukan jika KLM Jaya Abadi sebelum berlayar ke Sumenep diduga melaporkan hanya memuat 2 orang nahkoda. Sementara ada lima orang. Atas dasar itu lah keluarga korban kemudian melapor ke Mapolres Sumenep.