Polres Jombang Ungkap Jaringan Pengedar Narkoba Dengan Modus Sistem Ranjau

oleh -

JOMBANG-Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Jombang, kembali mengungkap jaringan peredaran narkoba. Hal tersebut diutarakan pada konferensi pers di gedung Graha Bhakti Bhayangkara (GBB) di mapolres Jombang, Jum’at 14/12/18.

Lima orang pemuda berhasil di amankan oleh Satnarkoba Polres Jombang beserta barang bukti berupa sabu sabu, pil ekstasi dan ribuan butir pil double L.

Kelima tersangka yakni, Sunarto (28) alias Tomblok asal Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, M Sahroni (36) dan Haris Taufiq (29) keduanya asal Dusun Kedungboto Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Tri Arbi Pamungkas (25) asal Dusun Ketanon, Desa Diwek, Kecamatan Diwek. Dan pengedar utama yakni Andis, asal Desa Keras, Kecamatan Diwek.

Adapun jumlah barang bukti yang diamankan yakni, sabu – sabu seberat 212,59 gram atau sekitar 2 ons, 5.134 butir pil kolpo serta 7 butir pil ekstasi.

AKP Moch. Mukid. SH, Kasat Resnarkoba Polres Jombang memaparkan, pada hari sabtu (08/12) sekira pukul 03:00 Wib. Satnarkoba menangkap tersangka Sunarto, kemudian mengembang pada tersangka Sahroni dan Haris.

“Pertama kita tangkap tersangka Sunarto yang kemudian berkembang ke 3 tersangka lainnya, dan akhirnya kita tangkap tersangka yang sebagai pengedar utama yakni Andis” paparnya.

Modus operandi tersangka, lanjut Mukid, memakai sistim ranjau. Yakni dengan cara mengambil dari pot bunga yang sudah di sepakati oleh pengendali dan pengedar. Selanjutnya diantar oleh kurir untuk diedarkan ke wilayah Tulungagung dan Kediri.

“Tersangka Andis sudah 5 kali mengambil barang (sabu – sabu) dengan menggunakan sistem ranjau. Dengan mengambil barang ketempat yang sudah ditetapkan oleh pengendali (pemasok) yakni di pot bunga di depan alun – alun Sidoarjo” imbuhnya.

“Untuk tiap pengambilan, tersangka Andis di kasih upah berupa sabu – sabu sebesar 5 gram dari barang sejumlah 2 ons tadi. Kemudian oleh Andis, barang yang sebagai upah tadi dijual ke para tersangka lainnya. Total barang bukti yang diamankan tersebut bernilai sekitar 300 juta.” pungkasnya.

Kelima tersangka tersebut di jerat melanggar pasal 114 (2) jo pasal 112 (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan Pasal 196 (1) UURI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.

Saat ini Satnarkoba Polres Jombang masih terus mengejar tersangka lainnya, mereka bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur. @VIN