Polres Jombang Selidiki Pelaku Penyebar Chat Mesum Di Facebook

oleh -

JOMBANG – Terkait adanya sebuah postingan yang tersebar di grub facebook yang berupa screenshot chat mesum, Satuan Reskrim Polres Jombang mulai melakukan penyelidikan.

Petugas akan melakukan upaya penyelidikan yang difokuskan kepada pelaku penyebar screenshot tersebut. Lantaran kasus seperti ini bisa memenuhi unsur pelanggaran hukum sesuai pasal dan Undang-Undang yang berlaku. 

“Kami masih dalami dan melakukan penyelidikan lebih lanjut, sebab grup Fb ini tidak hanya di Jombang, disitu juga disebutkan Kediri, Ngajuk dan Madiun. Sedangkan untuk pelanggarannya ke si penyebarnya,” tutur AKP. Azi Pratas Guspitu, Kasat Reskrim Polres Jombang, Rabu (10/07/2019).

Ia menambahkan, pelaku penyebaran atau pengunggah obrolan mesum ke media sosial tersebut bisa terancam pidana. Meskipun pelaku yang memposting screenshot obrolan tak senonoh ini sudah terlebih dulu menghapus unggahanya. 

“Walaupun postingannya sudah dihapus, kami akan lidik dengan tim IT kami,” tegasnya.

Kami meminta, lanjut Azi, pihak perempuan yang menjadi sasaran penyebaran untuk mau melaporkannya ke Polres Jombang. Laporan tersebut tentunya akan menjadi bahan sebagai langkah dan upaya tindak lanjut petugas. 

“Sedangkan pihak perempuan ini kan kami belum tahu. Kalau ia mau melaporkan pasti akan kami tindak lanjuti, sementara kami fokus ke penyebarnya dulu,” pungkasnya.

Sebelumnya, beberapa hari lalu warganet Jombang heboh dengan adanya sebuah postingan di grub facebook bernama ‘Biro Jodoh, Nganjuk, Kediri, Jombang, Madiun dan sekitarnya’ yang berisi foto screenshot chat mesum.

Hasil tangkapan layar yang di unggah terdapat obrolan mesum antara dua orang pria dan perempuan. Dalam postingannya, tampak terlihat obrolan dengan seorang perempuan yang dinamai Rita Rias Tblel dengan diberi caption atau keterangan ‘wong jombang ngoro barange di ler’.

Dalam perbincangan tersebut, keduanya cenderung berbicara dengan kalimat tak senonoh. Si pria mencoba merayu pihak perempuan untuk mau mengirimnya foto alat vitalnya, namun sempat ditolak oleh perempuan dan memintanya menunggu hingga keduanya resmi menikah. 

Tak pantang menyerah, sang pria mencoba merayunya lagi agar si perempuan mau diajak melakukan panggilan telepon video (Video Call). Rayuannya pun berhasil, pihak perempuan itu kemudian mengirimkan foto alat vitalnya.