Polres Jombang Bekuk Komplotan Pelaku Curanmor

oleh -

JOMBANG-Satuan Reserse polres Jombang berhasil membekuk komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor yang beroprasi menyasar kendaran yang terpakir didepan rumah tanpa kunci ganda.

Komplotan pelaku yang terdiri empat orang tersebut dibekuk kurang dari 24 jam usai menjalakan aksinya di desa jombatan Kecamatan/ Kabupaten Jombang. Indentitas para pelaku yakni M. Farid, 24 Warga Dusun Gedangan Desa Ngundirejo Kecamatan Diwek, Khori Nuryanto, 22 dan Joko Solikin, 21 keduanya bWarga Dusun Murong desa Manyangan Kecamatan jogoroto, serta M. Syaifudin Warga Dusun Gading Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek.

Kapolres Jombang, AKBP Fadli Widiyanto Mengatakan modus operandi yang digunakan oleh para pelaku yakni menyasar kendaraan yang terpakir tanpa pengamana kunci ganda.

“Para tersangkan kemudian membawa motor tersebut dengan cara didorong untuk mennjahui tempat kejadian perkara, kemudian dengan metode mencabut kabel kontak pelaku membawa kabur kendaraanya,” katanya di Mapolres Jombang, Selasa (14/11/2018).

Usai berhasil membawa kabur motor hasil curiannya, pelaku kemudia menjual hasil kejahatannya tersebut kepada penadah dengan harga bervariasi mulai dari Rp. 1 Juta hingga Rp. 1,5 Juta tergantung dari kondisi motor.

“Berdasarkan pengkauan para pelaku, uang hasil kejahatan tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari,” Imbuhnya.

Selain berhasil mengamankan para pelaku, satreskrim polres Jombang juga berhasil menangkap dua orang yang bertidak sebagai penadah serta empat unit kendaraan roda dua hasil tindak kejahatan. Kendaran bermotor hasil curiannya yakni, Satu Unit Sepeda Motor Yamaha Vega R warna Biru, Satu Unit Sepeda Motor Vario merah, Satu Unit Sepeda Motor mio warna hitam, Satu Unit Sepeda Motor Karisma warna hitam.

”seluruh kendaraan sudah preteli plat nomornya dan diganti dengan plat nomor palsu,” Jelasnya.

Saat ini para pelaku masih mendekam di Mapolres Jombang untuk penyidikan lebih lanjut, Para pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama 7 tahun. @VIN