Polres Jember Gandeng Imigrasi, Ulama dan Guru Tangkal Radikalisme

oleh -
Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo bersama tokoh agama dalam acara buka bersama di Mapolres Jember, Sabtu 26 Mei 2018.

JEMBER – Langkah pencegahan terhadap berkembangnya radikalisme terus dilakukan berbagai pihak. Di Jember, Polres setempat merangkul para ulama untuk menghalau paham sesat tersebut.

Upaya pencekalan juga dilakukan berkordinasi dengan imigrasi untuk warga Jember yang akan pergi ke Irak dan Suriah serta memastikan lembaga pendidikan steril dari virus radikalisme.

“Kami sangat yakin, dengan adanya upaya bersama antara aparatur penegak hukum dengan tokoh agama Jember bisa bebas dari bahaya faham radikalisme,” ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo.

Selain memantau potensi berkembangnya faham radikalisme, para tokoh agama ini diharapkan bisa memberikan pembinaan khusus, ketika mengetahui ada warga Jember yang baru saja pulang dari Suriah.

“Ini sebagai langkah preventif dari kami bersama tokoh agama dan masyarakat untuk antisipasi berkembangnya faham radikalisme. Kita berharap dengan langkah ini tokoh agama bisa berperan penting, khususnya memberi pemahaman tentang bahaya radikalisme,” ujarnya.

Upaya lainnya, kepolisian juga melakukan koordinasi dengan imigrasi untuk melakukan pencekalan, jika ada warga Jember yang mengajukan izin untuk berangkat ke Suriah. Sementara itu Kemenag dan Dinas pendidikan juga diminta lebih intens lagi, memberikan pendidikan wawasan kebangsaan ke sekolah-sekolah.

“Kami telah berkoordinasi dengan kantor imigrasi Jember, apabila ada warga yang akan pergi ke Suriah atau Irak kita mintakan cekal. Lembaga pendidikan juga kita minta agar lebih intensif memberi wawasan kebangsaan kepada generasi muda agar tidak terjerumus ke faham radikalisme,” ungkapnya.

Lebih jauh Kusworo menyakinkan, dengan adanya upaya bersama, aliran radikal tidak akan dapat tumbuh dan berkembang di Kabupaten Jember. Ditambah lagi dengan telah disahkannya Undang-Undang anti terorisme, TNI dan Polri akan bersinergi memberantas gerakan radikal.

Editor: Ahmad Saefullah