Politisi PKB Ini Kagum Lihat Karya Pelukis Tanpa Kedua Tangan.

oleh -

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau stand usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pada hari kedua Jatim Fair 2019 di Grand City Surabaya, Rabu (9/10/2019). Tujuannya memberi semangat kepada pelaku UMKM, agar produknya bisa tembus pasar ekspor.


“Jatim Fair ini menjadi ajang penciptaan entrepreneur-enterpreneur baru, dan pelaku UMKM lokal masuk ke pasar yang lebih besar lagi, yakni ekspor,” kata Khofifah.


Menurut Khofifah, Jatim Fair menjadi forum bisnis yang mempertemukan antara produsen dan pembeli dari dalam dan luar Jatim, bahkan hingga international. “Bisa menjadi forum bisnis bagi para investor, komunitas bisnis, pedagang, mahasiswa, pelajar, pegawai negeri sipil, swasta dan lainnya,” katanya.


Ada 540 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Jatim memamerkan produknya. Mereka menampilkan berbagai macam produk unggulan go international. “Ini sebagai bentuk keseriusan Pemprov Jatim untuk terus mengawal para enterpreneur baru dan Pelaku UMKM, untuk go international. Bahkan dalam pameran ini ada stand yang unik dan mungkin tidak banyak dijumpai dalam event-event lain, yakni stand pelukis,” kata mantan Menteri Sosial (Mensos) itu mengakhiri sambutannya.


Usai sambutan, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu tidak meninjau banyak stand pelaku UMKM, yang sudah menunggu kedatangan Khofifah. Salah satunya adalah pelukis asal Kabupaten Gresik, Muhammad Amanatullah, yang merupakan pelukis handal dengan keterbatasan fisik alias difabel.
Bagaimana tidak, pelukis difabel tanpa kedua tangan itu melukis menggunakan kaki. Meski demikian, pria yang akrab disapa Aam itu, tidak sedikitpun patah semangat untuk terus berkarya. 

Aam adalah satu dari sembilan pelukis asal Indonesia yang bergabung dalam Association Of Mouth and Foot Painting Artist (AMFPA) yang berpusat di Swiss. Tidak heran kalau lukisan Aam sering tampil di event-event Internasional.

“Alhamdulillah mas, saya bersyukur, saya bangga meski dengan keterbatasan. Hasil karya saya bisa tampil di event-event international,” ujar Aam.
Aam berharap stand UMKM miliknya bisa dikunjungi Khofifah. Bahkan Aam telah menyiapkan kejutan untuk Khofifah. Dia melukis gambar hampir mirip wajah dan gaya Khofifah, dengan baju dan kerudung berwarna putih.


“Saya menggambar lukisan wajah Bu Khofifah butuh waktu sekitar 36 jam. Harapannya kara saya bisa dilihat Bu Gubernur Khofifah, tapi sayang belum ditemui, mudah-mudahan bisa ditemui di lain waktu,” kata Aam.


Kekecewaan Aam sempat didengar anggota DPRD Jatim, Ahmad Athoillah, yang sempat mengunjungi stand milik Aam. Athoillah menyayangkan Khofifah tidak melihat langsung hasil karya Aam.
“Padahal, mas Aam ini pelukis luar biasa. Meskipun dia difabel, saya dibuat kagum ketika melihat hasil karya lukisnya. Dia melukis hampir sempurna, meski hanya melukis menggunakan kaki,” kata Athoillah.


Politisi PKB ini mengapresiasi hasil lukisan Aam. Athoillah mengaku tidak bisa berkata-kata setelah melihat Aam sedang melukis. “Saya benar-benar takjub. Keagungan Allah memang sangat luar biasa, seorang hambanya yang tanpa kedua tangan, bisa berkarya melukis meski hanya menggunakan kaki. Tuhan adil,” kata politisi kelahiran Jombang itu dengan wajah heran.(Noe)