Polisi Tangkap Penyebar Hoax di Grup Facebook ‘Sumenep Baru’

oleh -

SUMENEP – Aparat kepolisian Sumenep berhasil menangkap salah satu warga yang diduga telah melakukan atau menyebarluasakan kabar berita bohong (hoax).

Tersangka diamankan lantaran telah menyebarluaskan kabar bohong di grup Facebook ‘Sumenep Baru’ dengan postingan petugas KPPS meninggal dunia karna diracun.

Tak hanya disitu, tersangka juga mengajak relawan salah satu calon presiden untuk mengecek surat suara di semua daerah. Dalam postingan tersebut tersangka menduga ada racun di kertas suara tersebut.

Tersangka adalah akun Facebook M Sucipto. Setelah ditelusuri oleh pihak kepolisian, tersangka ternyata warga Jalan Urip Sumoharjo, Nomor 24, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep.

Tersangka diamankan di Jalan Imam Bonjol, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep. Tersangka langsung tak berkutik karna memang telah terbukti melakukan pelanggaran UU ITE.

Dari hasil pemeriksaan petugas kepolisian, Sucipto semula mendapatkan kabar bohong tersebut dari grup WhatsApp ‘Eksekulator’. Namun dia tanpa berpikir panjang, akhirnya langsung membagikan kabar tersebut ke grup Facebook ‘Sumenep Baru’.

“Tersangka memposting berita yang tanpa berdasarkan fakta tersebut bertujuan agar semua orang bisa membaca postingan tersebut,” kata Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti melalui siaran rilisnya.

Adapun tersangka, lanjut Widi, saat ini tengah dilakukan penyelidikan dan penahanan. “Tersangka terancam Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 dan atau pasal 45 A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” tandasnya.

Berikut postingan status Facebook M Sucipto di Grup Sumenep Baru sebagaimana diterima media ini dari Polres Sumenep:

_1.Saya mohon dr relawan 02 ada yg mengambil sampling Surat suara dr beberapa daerah untuk di bawa ke Lab,krn kenungkinan besar racun ada di kertas suara Itu sebabnya knp kebanyakan yg meninggal orang yg ber-hari” Kerja menghitung surat suara.Sedang yg hanya I hr di TPS mereka aman! Racun Syaraf VX (nama IUPAC: 0-ethyl S- 2-(diisopropylamino)ethyl methylphosphonothioate) merupakan senyawa golongan organofosfat yang sangat beracun. VX berupa cairan tidak berwarna dan tidak berbau yang mampu mengganggu sistem saraf tubuh dan digunakan sebagai racun saraf dalam perang kimia. Sepuluh milligram (0,00035 oz) cukup untuk membunuh manusia melalui kontak pada kulit, dan median dosis letal untuk jalur inhalasi diperkirakan sekitar 30-50 mg-min/m3. Sebagai sebuah senjata kimia, VX digolongkan sebagai senjata pemusnah massal (weapon of mass destruction, WMD) sesuai dengan Resolusi DK PBB 687. Produksi dan penyimpanan VX melebihi 100 gram (3,53 oz) per tahun dilarang oleh Konvensi Senjata Kimia 1993. Pengecualian hanya untuk “keperluan penelitian, medis, atau, farmasi di luar fasilitas skala kecil tunggal, jumlah yang diperbolehkan tidak melebihi 10 kilogram /22 lbl per tahun per fasilitas”._

_2. Petugas kpps mati karna diracun! Masalah racun pki jaginya dari dulu pki suka menebrkan racun buat membunuh pribumi! Kita harus waspda,kenap pemerintah bungkam ya jelas karna mereka yg nyuruh dari golonganya dasar rezim pki!_.